Juli 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Ketika menjadi penjaga gawang AC Milan adalah pekerjaan termudah di dunia…

Ketika menjadi penjaga gawang AC Milan adalah pekerjaan termudah di dunia…

KOMPAS.comZeljko KalacDengan tinggi badan 202 sentimeter, pria yang dijuluki “Si Laba-laba” ini pernah memiliki pekerjaan “termudah” di dunia, yaitu penjaga gawang. AC Milan.

Zeljko Kalac tertawa terbahak-bahak saat ditanya oleh Kompas.com tentang tugas kiper AC. Milan Selama periode 2005-2009.

Dengan bantuan Manajer Hubungan Internasional AC Milan, Alessandro Sansica, KOMPAS.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Zeljko Kalac.

Wawancara dilakukan melalui video call WIB pada Rabu (10/4/2024) sore.

Galak yang turut andil dalam kejayaan Milan di Liga Champions 2007, sambil bersandar di kursi mobilnya menjawab pertanyaan Kompas.com.

Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Italia: Juventus Jaga Jarak dari Milan, Roma Dekati 4 Besar

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan Kompas.com adalah soal “mudahnya” pekerjaan Galak sebagai penjaga gawang Milan.

Pasalnya, kiper Il Rossoneri (merah hitam) selalu dilindungi kuartet bek yang dipatenkan. Dengan mengacu pada seseorang seperti Marek Jankulovksi, Paolo MaldiniAlessandro Nesta dan Cafu bisa saja membuat penyerang lawan menjadi panas dan dingin.

Kualitas pertahanan Milan saat Kalag bermain di sana tergambar dengan kehadiran pemain andalan lainnya seperti Kaka Kalatze, Alessandro Costagurta, Daniel Bonera, dan Massimo Otto.

Tangkapan layar panggilan whatsapp Zeljko Kalac saat wawancara eksklusif dengan KOMPAS.com, Rabu (10/4/2024) jelang laga perempat final Liga Europa 2023-2024 antara Milan vs Roma.

Karena itu, ada yang mengatakan bahwa menjadi penjaga gawang Milan saat itu adalah pekerjaan yang “termudah” di dunia.

“Ya, orang-orang berpikir begitu (tertawa). Saya sangat beruntung memiliki pemain-pemain hebat di depan saya,” Kalak tertawa.

READ  Leverkusen kalahkan Atletico Madrid 2-0

Ya, Galak pernah menjadi bagian dari tim legendaris Milan di era kepelatihan Carlo Ancelotti yang kerap dijuluki I Meravigliosi (Yang Luar Biasa).

Selama masa kepelatihan Ancelotti dari tahun 2001 hingga 2009, Milan memenangkan gelar Serie A (2003–2004), Coppa Italia (2002–2003), Liga Champions (2003, 2007) dan Piala Dunia Antarklub (2007).

Baca Juga: Eksklusif Milan Vs Roma: Kualitas Juara Rossoneri, 100 Persen

Kejayaan piala Milan semakin meningkat di era Meravigliosi dengan gelar Piala Super Eropa (2003, 2007) dan Super Coppa Italiana (2004).

Galatasaray ikut serta dalam lahirnya gelar juara Liga Champions 2007. Galak tampil dalam tiga pertandingan dalam perjalanannya mengangkat trofi Si Kuping Besar di Stadion Olimpiade Spiros Louis di Athena.

Laba-laba yang dijuluki Galak memastikan Milan tak mencetak gol Sebuah clean sheet dalam pertarungan Kaki Babak 16 Besar Liga Champions 2006-2007 vs Celtic. Kemudian pertandingan berakhir 0-0.

“Bukan sekedar bertahan dan menyerang, tapi melakukan segalanya bersama-sama dan itu kuncinya,” kata Galak mengenang salah satu era kejayaan Milan.

“Saya pikir Milan 2007 adalah salah satu tim terbaik. Banyak pemain hebat, pelatih luar biasa, atmosfer luar biasa di ruang ganti.”

“Keinginan untuk menang, pemimpin yang hebat di lapangan. Tim yang spesial,” kata pemain Australia yang memiliki 54 caps itu.


mendengarkan berita penting Dan Berita khusus Kami ada di telepon Anda. Pilih saluran favorit Anda untuk mengakses pesan saluran WhatsApp Kompas.com: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi WhatsApp.