Juni 20, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Korban Lida Weden mengungkap kronologi dan ciri-ciri pelaku penembakan OTK di Surabaya

Korban Lida Weden mengungkap kronologi dan ciri-ciri pelaku penembakan OTK di Surabaya

Pria 61 tahun berinisial K warga Babatan tewas ditembak pelaku tak dikenal (OTK) di sekitar Lida Wetan, Surabaya. Dia mengencani kejadian yang menimpanya sekitar pukul 04.30 WIB pada Senin (20/5/2024).

Seorang pria berusia 61 tahun yang bekerja sebagai pemulung menceritakan, setelah selesai membuang sampah, ia ditembak menggunakan peluru plastik. Lalu tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam tertangkap dalam genggamannya.

“Saya tertangkap dan jendela terbuka. Saat ditemui di rumahnya, Jumat (24/5/2024), lampu (di dalam mobil) dalam keadaan mati,” kata Cushardo.

Kemudian, lanjut Cushardo, seorang pria yang duduk di kursi penumpang tengah mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan sebanyak dua kali. Korban langsung berteriak setelah mendapat dua kali tembakan.

“Ayah! Bro! Langsung melepaskan (menembak) dua kali. Jaraknya dua meter. Penembaknya ada di kursi penumpang,” ujarnya.

Mobil berwarna hitam itu langsung tancap gas menuju Traffic Light (TL) Srikandi. Sedangkan Cushardo masih ada terkejut Dan dia menepi di pinggir jalan sambil berusaha menahan rasa sakit akibat peluru plastik yang mengenai perut dan tulang rusuknya.

Bahkan pakaiannya penuh lubang peluru. “Panas dan kaos saya berlubang. Saya teriak minta tolong, tapi tenang, tidak ada siapa-siapa,” ujarnya.

Pria berinisial K, warga Babadan berusia 61 tahun, memperlihatkan luka tembak di sekujur tubuhnya. Foto: Wildan Suarasurabaya.net

Korban bingung kenapa OTK tiba-tiba menembaknya. Sebab akhir-akhir ini ia mengaku tidak punya masalah dengan orang lain dan tidak punya musuh.

Ia kemudian mencatat ciri-ciri penjahat yang dilihatnya sekilas. “(Masalah dengan orang lain) Enggak, pelakunya nggak kenal. Mukanya agak putih, umurnya lebih muda, mobilnya bagus, senjatanya pistol,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolsek Wiyung Kombol Slamet Agus Sumbono mengatakan, pihaknya telah melalui proses yang matang terkait kejadian tersebut.

READ  Jadwal Panahan Tokyo 2020: Timnas Indonesia lawan Inggris di babak 16 besar: Okason game

“Tidak ada saksi saat kejadian itu. Lalu kami masih mencari CCTV, kami mencari di internet. “Doakan pelakunya segera ditangkap,” kata Agus (wld/bil/iss).