April 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kuliah Anees soal Gangguan BSI tak laku di DPRD DKI

Jakarta, CNN Indonesia –

Partai Persatuan Indonesia (BSI) Rencana untuk memberikan hak interim Gubernur TKI Jakarta Anees Paswedon Hasil Banjir Itu melanda sebagian besar wilayah Kepala peradaban Akhir pekan lalu.

DKI ingin mendapat penjelasan dari BSI Anees tentang minimnya kapasitas maksimal Pemprov DKI dalam menangani banjir.

“Selama pemerintahan Pak Anees Basvedan, Gubernur DKI Jakarta, BSI menggunakan hak larangannya atas masalah pencegahan banjir. BSI menilai Pak Anees tidak mengikuti berbagai aturan yang berlaku. [terkait penanganan banjir], “Justin Undayana, Wakil Ketua BSI DPRT DKI Jakarta, Kamis (25/2).


Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang terdapat di DPRT, hak interim dapat diajukan kepada paling sedikit 15 anggota DPRD dan lebih dari satu bagian. Artinya, BSI sendiri tidak bisa mempublikasikan wacana sayap kanan dalam bentuk prosa.

Justin mengatakan, Pemprov DKI akan membuka masalah hak untuk berkomunikasi secara resmi dengan seksi lain di DPRD. DPW BSI Pimpinan DKI juga terlibat dalam wacana hak berkomunikasi dengan pihak DPW lainnya.

Namun, sebagian besar DPRD DKI Jakarta tidak terlalu mendukung wacana hak ruang terhadap Anees. Lima pecahan; Golkar, PKS, PKP-PPP, Ban dan Gerindra tidak mendukung wacana interim rights.

Basri Paco, Kepala Divisi Kolkar, mengatakan, “Saat ini yang terpenting baginya adalah membantu warga yang terkena dampak banjir. Basri sebenarnya menuding PSI mencari platform dalam kasus ini.

“Kolkar tidak akan mendukung. Jelas di APPD kita anggaran banjir sudah dialokasikan, sekarang baru awal tahun, semuanya tidak bisa dilakukan. Kata sambil memiliki. CNNIndonesia.com.

Mohammad Arif, Ketua Fraksi PKS, menuding BSI memfilmkan hak interim terhadap Anees. Kiprah BSI dinilai sebagai cikal bakal keberhasilan Anees mengatasi banjir yang dinilai terpuji.

READ  Porto vs Chelsea: Jawaban standar The Blues

Hasbiella Ilyas, Ketua Fraksi PKP-PPP, mengajukan penetapan sementara terhadap BSI dan meminta BSI tidak diganggu. Menurut Elias, banjir yang terjadi belakangan ini di Jakarta bukan sepenuhnya kesalahan Anees.

Oman Rahman, Sekretaris Fraksi Bon, juga mengatakan partainya pernah bergabung dengan BSI. Oman mengatakan, Pemprov TKI seharusnya hanya melaksanakan rekomendasi dari pansus penanganan banjir.

Sabtu, 20 Februari 2021 Supir Truk Banjir DKI Jakarta (Foto: AB / Tita Alangara)

Sayarif, anggota Fraksi Jerindra, mengatakan setiap anggota DPRT, termasuk Fraksi BSI, berhak menafsirkan. Namun, menurutnya, hak interim harus fokus pada tujuan dan aturan yang berlaku.

“Dalam hal ini, saya kira sudah cukup di Pansus Banjir 2020. Laporannya sudah final, sehingga Divisi Gerindra tidak akan mengikutinya,” kata Sharif.

Sementara dua fraksi lainnya, PDP dan Demokrat, belum bersuara tentang hak pembekuan Anees. Pemimpin fraksi PDIP Kempong Warsawa mengatakan partainya harus memeriksa apakah akan mengajukan sementara.

“Kami belum bisa menentukan, harus ada evaluasi dan review terhadap rencana yang dibuat oleh PSI, jadi kami tidak melakukan itu,” kata Kempang.

Sementara itu, Muziono, anggota Partai Demokrat, meminta Anees menjelaskan banjir agar tidak terjadi interim. “Apapun hasil partai tidak perlu diganggu. Ada cara lain,” kata Mujiono.

(dmi / nma)

[Gambas:Video CNN]