Februari 26, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Liverpool membingungkan dunia

Liverpool

Pengelola Liverpool J ர்க rgen Globe Membingungkan. Meski mendominasi lawan Liverpool, Glob tak bisa menjelaskan.

The Reds menderita tujuh kekalahan saat hanya berlari dalam 25 pertandingan di Liga Premier. Alhasil, Liverpool merosot ke peringkat enam dengan 40 poin, tiga poin dari Chelsea di empat besar.

Kekalahan terakhir Liverpool terjadi di kandang Everton di Anfield tadi malam (20/2/2021). Juara bertahan itu kalah 0-2 setelah gol cepat Richardson di menit ketiga dan penalti oleh Gilfi Sigurdsson di 10 menit terakhir.

Dalam derby Merseyside itu, Liverpool Dominasi permainan dengan menahan bola hingga mencapai 71 persen. Dibandingkan dengan Everton yang melakukan sembilan percobaan (6 ke arah gawang), Mohamed Salah juga melakukan percobaan CS15 (6 ke arah gawang). Tetap saja, Red gagal mengubah agresinya menjadi kesuksesan.

Hal yang sama terjadi ketika Aston Villa mengalahkan Liverpool 2-7, Southampton 0-1, Burnley 0-1, Brighton 0-1, dan Leicester City 1-3. Liverpool juga mendominasi melawan Manchester City, namun akhirnya kalah 1-4.

Kekalahan dari Everton menandai kekalahan keempat Liverpool Dalam pertandingan ini. Hasilnya adalah kemenangan pertama Tophis Terakhir di Anfield pada 1999.

“Saya tidak bisa menjelaskannya,” katanya Globe Usai pertandingan melawan Everton dikutip Kaca. “Saya pikir kami mendominasi banyak pertandingan. Ini cerita yang akrab tetapi musuh [masih mencetak gol]. “

“Kami kalah 0-2 di sini. Saya tahu betapa pentingnya pertandingan ini. Kami merasakannya di hati kami. Tapi mulai besok saya harus menggunakan semua kekuatan kami.”

“Situasi bagus ini menjadi jaminan bahwa kami bisa mengubahnya, tapi kami juga harus berubah di momen-momen genting,” pungkasnya Globe.

(rin / mrp)