Juni 18, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Lulusan teknik ini memilih berjualan gerobak sembako ketimbang bekerja di kantoran

Lulusan teknik ini memilih berjualan gerobak sembako ketimbang bekerja di kantoran

Jakarta

Umumnya sarjana lebih suka bekerja dikantoran, namun berbeda dengan lulusan teknik yang berjualan di pinggir jalan.

Memiliki gelar sarjana teknik tentu menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Tak heran banyak orang lebih memilih bekerja di perusahaan besar daripada berjualan di pinggir jalan.

Namun, Taapsee Upadhyay, seorang wanita dari Delhi, India, mengambil hal yang berbeda. Wanita berusia 21 tahun ini memiliki gelar sarjana teknik, lapor Storypic (13/03). Namun daripada mencari pekerjaan, ia lebih memilih berjualan makanan dengan usaha sendiri.

Kisahnya berjualan jajanan khas India seperti panipuri viral di media sosial. Dia berkeliaran di sekitar Tilak Nigar setiap hari mendorong gerobaknya yang penuh dengan panipuri.

Lulusan teknik ini memilih berjualan gerobak makanan ketimbang bekerja di kantor Foto: Berita Situs

Berbeda dengan panipuri biasa yang dijual di India. Tapsi menyiapkan jajanan yang diisi tepung terigu dan kentang pedas ini dengan resepnya sendiri.

Baca Juga: Setelah 2 Tahun Kuliah, Tak Dapat Kerja, Sarjana Ini Jualan Teh di Pinggir Jalan”

Mirip dengan proses penggorengan pani puri yang menggunakan air-fryer, kuah asam jawa dibuat dari bahan-bahan sehat seperti kurma, jaggery dan gula.

Ia menamai usahanya Bitek Bani Puri Wali dan mempromosikan produknya melalui media sosial seperti Instagram.

Menjadi wanita terpelajar dengan gelar sarjana, Taapsee mengaku banyak yang menolak keinginannya untuk berjualan. Banyak yang merasa bahwa ia menyia-nyiakan studinya.

Lulusan teknik ini memilih berjualan gerobak sembako ketimbang bekerja di kantoranLulusan teknik ini memilih berjualan gerobak makanan ketimbang bekerja di kantor Foto: Berita Situs

“Ada yang bilang berjualan panipuri di pinggir jalan bukan pekerjaan perempuan. Ada yang minta saya pulang dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga,” ujarnya.

READ  Ini adalah penampakan Bun, Hazar Aswat yang tidak terlihat

Meski begitu, dia semangat menjual panipuri setiap hari. Meski hanya jajanan pinggir jalan, Tapsi menghabiskan waktu 7-8 bulan untuk meneliti, menyiapkan, dan menjual resepnya. Dia melakukan semua ini sendiri, dan dia bangga dengan jalan yang dia pilih.

Sebelumnya di India, banyak sarjana yang enggan menjual makanan. Ada berbagai alasan dan beberapa di antaranya justru menyukainya. Ada orang yang kesulitan mencari pekerjaan.

Baca Juga: Viral Kisah Bujangan Penjual Teh Pinggir Jalan, Sekarang Ini Nasibnya” selengkapnya

Tonton videonya”Buat diri Anda lapar: Cobalah Mie Kocok Giggle Ganda
[Gambas:Video 20detik]
(menangis/benci)