Juli 4, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Bulan terbesar Saturnus, Titan.

Manakah dari planet-planet di tata surya ini yang dapat mengapung di atas air? Semua halaman

KOMPAS.com – Planet-planet di tata surya memiliki fitur yang berbeda.

Beberapa planet adalah batuan, tetapi beberapa sebagian besar adalah gas.

Bumi adalah salah satu planet paling berbatu di Tata Surya. Namun para ilmuwan mengatakan ada raksasa gas yang bisa mengapung di atas air.

Baca selengkapnya: Hari ini dalam sejarah: satelit terbesar Saturnus Titan ditemukan

Planet apa yang bisa mengapung di air?

Dikutip dari halaman NASA, 15 April 2022, Planet yang mengapung di atas air Ada Saturnus.

Meskipun Saturnus adalah planet terbesar kedua di Tata Surya, itu adalah planet terapung paling ringan dan satu-satunya.

Ini karena sebagian besar unsurnya berbentuk gas, yaitu 75 persen hidrogen dan 25 persen helium. Oleh karena itu, kerapatannya lebih kecil daripada air.

Baca selengkapnya: Planet mana yang memiliki gunung berapi paling banyak?

Selain itu, diyakini bahwa manusia tidak dapat berdiri di Saturnus karena sebagian besar planet ini adalah gas.

Dikutip Ruang angkasa, Pada 15 November 2012, raksasa gas Saturnus memiliki banyak elemen yang mirip dengan Matahari.

Saturnus tidak memiliki massa yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah bintang.

Selain terbuat dari hidrogen dan helium, Saturnus juga mengandung jejak es yang mengandung amonia, metana, dan air.

Tidak seperti planet berbatu, raksasa gas seperti Saturnus tidak memiliki sistem inti mantel kerak berlapis karena mereka terbentuk secara berbeda dari planet berbatu.

Baca selengkapnya: NASA sediakan Rp 502,3 juta untuk desain toilet di bulan

NASA / JBL-Caltech / Institut Sains Luar Angkasa Bulan terbesar Saturnus, Titan.

Saturnus diklasifikasikan sebagai raksasa gas karena seluruhnya terbuat dari gas. Atmosfer mengalir di permukaan dengan cara yang sedikit berbeda.

READ  Acara Luar Angkasa Maret 2021, Mercury Apilion to Moon Perigee

Jika sebuah pesawat ruang angkasa mencoba mendarat di Saturnus, ia tidak akan pernah menemukan tanah yang kokoh.

Tentu saja, pesawat ini akan beruntung jauh sebelum tekanan yang meningkat dari planet menghancurkannya.

Para ilmuwan percaya bahwa permukaan planet dimulai ketika perkiraan tekanan pasang surut di permukaan laut melintasi sebuah bar.

Baca selengkapnya: Apakah bumi itu bulat?

Bagian dalam Saturnus

Pada tekanan tinggi, di bawah permukaan, hidrogen di Saturnus menjadi cair.

Saat Anda semakin dekat ke pusat planet, tekanan meningkat. Gas cair ini mengubah logam menjadi hidrogen.

Tetapi Saturnus tidak memiliki hidrogen metalik dari bola terbesar, Jupiter. Saturnus memiliki banyak salju.

Baca selengkapnya: Jika kita mengetahui gaya gravitasi, apakah manfaatnya akan hilang dari bumi?

Seperti Jupiter, Saturnus diperkirakan memiliki inti berbatu yang dikelilingi oleh hidrogen dan helium.

Namun, seberapa stabil pusat itu masih bisa diperdebatkan. Meskipun terbuat dari bahan batuan, intinya mungkin cair.

Jarak Saturnus dari Matahari sangat penting, yang menjaga suhu rata-rata Saturnus tetap rendah. Tapi pusat batu diyakini 21.000 derajat Fahrenheit (11.700 derajat Celcius).

Baca selengkapnya: Apa itu lubang hitam dan bisakah lubang hitam memberi makan bumi?

KOMPAS.com/AkbarBayuTamdomo
Bagan: Suhu terdingin yang pernah tercatat di Bumi

Dapatkan pembaruan pesan pilihan Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Jom join team telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, Kemudian bergabung. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.