Juli 4, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Memoar Pendeta Gilbert Lumointang tentang gambar mendiang Pendeta Bariatji

Jakarta

Pdt. Yesaya Paritz, Mati. Berita itu mengejutkan Gilbert Lumoyinton, pendeta dari GPI Glow Fellowship Center.

Melakukan detik.com, Jumat (6/5/2022), Gilbert mengaku sangat dekat dengan Pariatji. Ada di dalam TVRIGilbert bilang dia punya rencana yang disebut Miracles. Pariyatji adalah pembawa acara untuk pertunjukan tersebut.

“Saya sangat terkejut karena ada kalanya kami begitu dekat dan melayani bersama. Saya bisa saja satu sekolah dengannya selama lima tahun. TVRI, Waktu itu setiap hari Sabtu. Oleh karena itu, saya EditorDan karena dia pembicara biasa, acaranya disebut Miracles,” kata Gilbert.

Meskipun Gilbert Lumoyindong adalah seorang pendeta tamu di Gereja Tiberius, gereja tetap melaksanakan kebaktian gereja.

“Kami dulu bekerja sama, terutama pada awal pelayanan kami di Tiberias, di mana saya diundang sebagai pendeta tamu biasa,” jelas Gilbert.

Gilbert juga mengatakan dia adalah seorang pendukung paridji Membuat sinode sendiri yang disebut Gereja Tiberius di Indonesia.

“Saya bukan pendeta Gereja Tiberius karena saya masih pendeta Gereja Bethel. Saya awalnya terdaftar sebagai pengurus Gereja Tiberius di Indonesia. Saya adalah ketua pertama Sinode,” kata Gilbert.

Kabar dukanya adalah pendiri Gereja Tiberias di Indonesia, Pendeta Isaiah Pariyatzi, telah meninggal dunia. (tangkapan layar)

Bayangan Paritz di mata Gilbert

Gilbert Lumoyintong menyebut periode sebagai angka statis. Gilbert juga memerintah paridji Kepribadian yang percaya diri.

“Dia adalah orang yang konsisten, dia konsisten dengan apa yang dia yakini. Baginya itu adalah suara Tuhan, dia menjalaninya. Suka ituDia tidak sibuk dengan teologi apapun,” kata Gilbert.

Baca memoar Pastor Gilbert secara lengkap di halaman berikutnya.