Mei 12, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Membuat kompos

Menggunakan koran bekas untuk menanam halaman

KOMPAS.com – Lapisan Goran Jangan membuangnya ke tempat sampah dalam waktu lama. Kertas tersebut dapat digunakan untuk bercocok tanam di halaman rumah.

Dengan menggunakan koran bekas, jelas Anda akan menghemat uang Anda. Selain itu, membantu menyelamatkan lingkungan tanpa menghasilkan banyak limbah.

Ada banyak cara kreatif menggunakan koran untuk halaman. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca juga: Cara menanam bawang merah tanpa biji, cara menyimpan bumbu dapur

1. Mencegah gulma merusak tanaman

Gulma terkadang mengganggu. Apalagi saat musim hujan, rumput bisa tumbuh lebih cepat dan lebih cepat di antara tanaman hias dan sayur mayur.

Untuk mencegahnya, Anda bisa menggunakan koran bekas yang menumpuk di gudang. Caranya adalah dengan mencari koran tidak berwarna yang permukaannya hanya menggunakan tinta hitam.

Kemudian, potong koran sesuai dengan area tempat Anda ingin bebas dari gulma.

Letakkan potongan koran di area yang sudah diberi tanda lalu padatkan dengan tanah atau media tanam.

Area tempat koran berada tidak akan ditumbuhi rumput selama kurang lebih satu tahun, atau sampai kompos koran tercampur.

Tanah yang menjadi tumpukan koran tidak bisa mencapai sinar matahari, sehingga bibit rumput di dalamnya tidak bisa tumbuh.

Baca juga: Waspadai hama dan penyakit yang mengancam tanaman hidroponik

2. Pengelolaan pupuk

Ambil koran dan potong atau sobek kecil-kecil. Campur dengan sampah rumah tangga lain yang banyak mengandung karbon, seperti daun kering dan sisa kayu.

Siapkan wadah kompos, lalu tambahkan lembaran koran dan bahan berkarbon lainnya setinggi 10 cm.

Di atas, tempatkan limbah dapur yang mengandung nitrogen, seperti potongan sayur dan ilalang, setinggi maksimal 10 cm.

Pixabay / Ramuan 007 Membuat kompos

Secara bergantian buat lapisan seperti tumpukan ini sampai wadahnya penuh. Lalu tambahkan sedikit air sampai lembab sambil diaduk.

READ  [QUIZ] Kuis tentang luar angkasa, jika Anda bisa menjawab, Anda adalah seorang jenius!

Setiap dua hari, kompos diganti, satu di atas dan satu di bawah. Lakukan ini untuk mendistribusikan pembusukan secara merata.

Baca juga: Cara membuat kompos dari sisa makanan di rumah

3. Perangkap hama tanaman

Mulai dari The Spruce, Bisa juga menggunakan koran bekas untuk menangkap hama tanaman.

Menjelang malam, letakkan beberapa lembar Koran lama Karena basah, disiram di sekitar tanaman di pekarangan.

Serangga tumbuhan seperti serangga dan siput serta beberapa hewan nokturnal lainnya suka bersembunyi di tempat yang lembab.

Keesokan paginya, dipastikan banyak serangga dan siput yang terperangkap di halaman koran bekas.

4. Membuat pot untuk persemaian

Sobek lembaran koran lalu rendam dalam air dengan perbandingan 2: 1 antara koran dan air.

Semalam, tumbuk koran keesokan paginya dengan jari-jari Anda atau aduk dengan telur kocok.

Peras koran dari air lalu masukkan ke dalam segelas air mineral. Datar untuk melapisi seluruh permukaan kaca.

Setelah kering, keluarkan dari gelas plastik dan pot kecil ini siap digunakan untuk meletakkan bibit tanaman.

5. Menjaga kelembaban pot tanah liat

Deskripsi pot tembikarCitra Pixie / Stillworks Deskripsi pot tembikar

Tanaman dan tanah di tembikar atau pot terakota lebih cenderung mengering di musim panas. Ini karena tanah pot memiliki banyak pori yang membuat kandungan airnya tidak stabil.

Agar pot terakota tetap lembab, Anda bisa membungkus pot dengan koran bekas setelah menyiram tanaman pada pagi hari.

Lembaran koran akan menjaga pot terakota tetap lembab dan lembab.

Baca juga: Simak 5 tips menanam tanaman dalam pot untuk mempercantik rumah