Mei 7, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Para ahli menunjukkan bahwa vaksin Oxford dapat menjadi tidak aman dari Pemerintah-19

Suara.com – Ilmuwan di seluruh dunia sedang mencoba untuk menemukan vaksin yang tepat dan aman Virus korona (Govit-19. Vaksin dikembangkan oleh Universitas Oxford Dianggap efektif melawan virus corona.

Hasil uji fase 3 vaksin Oxford menunjukkan efektivitasnya terhadap virus korona sebesar 70,4 persen. Selanjutnya, efektivitas vaksin Oxford meningkat 90 persen setelah injeksi kedua.

Artinya dosis pertama vaksin hanya menghasilkan kekebalan yang rendah dan meningkat secara signifikan selama suntikan kedua. Tetapi para ahli memperingatkan bahwa ada risiko membuat orang rentan terhadap virus korona Covit-19.

Dr. Julian Tang, ahli virologi medis di Universitas Leicester, menjelaskan bahwa rendahnya kemanjuran vaksin dengan suntikan pertama membuat orang yang paling rentan tidak aman setelah vaksinasi.

Baca juga:
Kanada menyetujui penggunaan vaksin Govit-19 dari Pfizer-Bioentech

“Injector Obat antivirus korona Mereka mengira mereka kebal dan dapat bertindak secara mandiri. Ini bisa membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi virus corona, ”kata dr Julian. Mirror UK.

Deskripsi virus corona, Govit-19. (Bexels / @ Anna Sweat)

Meski demikian, pemerintah Inggris merekomendasikan agar semua warganya divaksinasi terhadap vaksin virus corona Covit-19 yang disetujui. Menurut dr Julian, vaksin virus corona aman dan memberikan perlindungan terbaik terhadap virus corona.

Julian juga memperingatkan bahwa diperlukan lebih banyak informasi untuk memastikan tingkat efektivitas vaksin virus Oxford Corona pada lansia atau lansia.

Ada total 11.636 relawan di tahap ketiga penyelidikan Vaksin Covit-19 18-55 tahun dari Oxford. Sedangkan relawan yang berusia 56 tahun ke atas hanya 12 persen.

“Tidak ada cukup data untuk memastikan keefektifan vaksin Oxford pada orang di atas 55 tahun,” jelasnya.

Baca juga:
Vaksin Pfizer mulai bekerja dalam 10 hari sejak dosis pertama vaksin

READ  Pemain dan juara FBI berjaga di depan gang rumah Habib Rizik di Pettah

Oleh karena itu, Dr. Julian meyakini bahwa dibutuhkan lebih banyak data mengenai efektivitas vaksin virus corona yang diproduksi Oxford.