Januari 25, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Samsung Galaxy A12, Genos, Supersperter Danger

Samsung Galaxy A12, Genos, Supersperter Danger

Tempo.co., Jakarta – Top 3 Techno Berita hari ini Samsung Galaxy A12 memasuki masa flash sale hari ini, Senin 28 Desember 2020 selama dua hari ke depan di Indonesia. Perangkat tersebut telah diperkenalkan untuk melengkapi jajaran Samsung Galaxy A menggantikan Galaxy A11 sejak Maret lalu, kemudian dirilis secara global pada 24 November sebelum diumumkan tiba di Indonesia pada Kamis pekan lalu.

Genos, salah satu pengembang perangkat pengendali virus korona Kotja-19, lahir dari Diane K. dari Universitas Katja Mada (UGM). Noorputra menjelaskan, setelah mendapat izin edar pada 24 Desember 2020, pihaknya harus memiliki banyak calon pembeli. Beberapa dari luar negeri.

Selain itu, Anna Rosaliani, pulmonolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengenang potensi penyebaran government-19 di gugus keluarga. Selama ini masyarakat meyakini lingkungan keluarga aman dari penyebaran penyakit menular.

Berikut tiga berita terpopuler di channel Techno:

1. Perbandingan Penjualan Flash dengan Samsung Galaxy A12, Cek Harga dan A11

Samsung Galaxy A12 12. Kredit: Samsung

Samsung Galaxy A12 Periode flash sale di Indonesia hari ini, Senin 28 Desember 2020 memasuki dua hari ke depan. Perangkat tersebut telah diperkenalkan untuk melengkapi jajaran Samsung Galaxy A menggantikan Galaxy A11 sejak Maret lalu, kemudian dirilis secara global pada 24 November sebelum diumumkan tiba di Indonesia pada Kamis pekan lalu.

Saat dirilis Kamis lalu, harga normalnya Rs 2.499.000 untuk RAM 4GB, Rs 2.799.000 untuk RAM 6GB, harga spesial Rs 2.399 juta dan Rs. 2.699 juta. “Dengan memori dan baterai yang bagus, Galaxy A12 akan membantu produktivitas Anda,” ujar Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Ini fitur baterai 5.000 mAh dengan teknologi pengisian cepat 15W, RAM 6GB dan memori 128GB. Selain itu, fitur kamera quad dengan sensor utama 48MP dan kamera depan 8MP, prosesor octa-core MediaTek Helio P35 yang dikatakan dapat merampingkan operasi pengguna sehari-hari, serta fitur folder aman untuk lebih melindungi privasi Samsung dan teknologi keamanan lapisan. Knox.

READ  Teleskop Luar Angkasa Hubble menangkap pemandangan spektakuler dari "galaksi yang hilang"

2. Memperoleh Izin Pemasaran Genos, UGM: Banyak Pesanan, Hingga Satu Perusahaan Singapura

UGM dikembangkan dengan menghirup genus test kit Covid-19. Foto: Dokumen UGM

Genos, salah satu pengembang perangkat pengendali virus korona Kotja-19, adalah Diane K., dari Utah, Universitas Katja Mada. Noorputra menjelaskan, setelah mendapat izin pengiriman pada 24 Desember 2020, banyak calon pembeli yang ingin melakukan pemesanan untuk pihaknya. Beberapa dari luar negeri.

“Setelah mendapat izin, banyak beritanya. Ponsel saya dan ponselnya tidak akan berhenti berdering. Mereka yang datang dari luar negeri, mereka datang dari perusahaan besar di Singapura,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Senin 28 Desember 2020, tentang uji cepat perkembangan genetik dan antigen sebate. .

Katja Maha Electronic Nose adalah perangkat genetik atau jangka pendek yang mendeteksi virus Covit-19 dengan menghirup pasien yang diduga terinfeksi virus. Perangkat tersebut dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat mendeteksi beberapa partikel dengan Covit-19 yang disediakan oleh pasien.

3. Govit-19, dokter paru FKUI memperingatkan bahaya superspeeder dalam kelompok keluarga

Deskripsi virus Corona atau Govit-19. Shutterstock

Anna Rosaliani, ahli paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Government-19 di gugus keluarga. Selama ini masyarakat meyakini lingkungan keluarga aman dari penyebaran penyakit menular.

Padahal, jelas Anna, lingkungan keluarga masih berisiko melampaui Government-19. Risiko ini disebabkan oleh anggota keluarga yang bekerja atau terlibat di luar rumah dan tidak menegakkan etika kesehatan dengan baik.

“Kalau orang mengira keluarga adalah tempat yang aman, tapi belum subur, virus lebih mungkin masuk ke rumah karena anggota keluarga masih tertular, baru pulang,” ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan Anna pada Program Pemberdayaan Universitas Indonesia tentang Bakti Sosial dan Kesehatan Lanjut Usia yang diadakan secara online pada Minggu, 27 Desember 2020. Ia mengingatkan setiap anggota keluarga yang bekerja di luar rumah untuk selalu menerapkan praktik kebersihan yang baik tanpa meninggalkan rumah. Virus.

READ  Pria ini menantang Bangdam Jaya: Tolong lepaskan papan reklame Habib Reeseek, 'Gua' dibangun kembali besok