Februari 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Sebuah pesawat Super Tucano Filipina yang sedang melakukan latihan militer di Laut Cina Selatan dikepung oleh dua jet tempur Tiongkok.

Sebuah pesawat Super Tucano Filipina yang sedang melakukan latihan militer di Laut Cina Selatan dikepung oleh dua jet tempur Tiongkok.

Spesial

Airspace Review (airspace-review.com) – Dua jet tempur Angkatan Udara China (PLAAF) mengelilingi pesawat serang A-29. Super Tucano Pesawat itu milik Angkatan Udara Filipina yang sedang melakukan latihan militer di Laut Cina Selatan.

Berdasarkan penerbangan tersebut, pemerintah Filipina mengatakan demikian Super Tucano PAF ‘diorbit’ oleh pesawat militer China. Peristiwa ini tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

“Telah dikonfirmasi melalui laporan bahwa dua jet tempur Tiongkok telah mengamati A-29B Super Tucano Filipina di sekitar Hubo Reef di Laut Filipina Barat,” kata kepala pers Angkatan Bersenjata Filipina Sergece Trinidad. Seperti dikutip Reuters.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya dikepung oleh sekelompok jet tempur Tiongkok Super Tucano PAF dan setelah itu mereka melanjutkan penerbangan.

Sebelumnya diberitakan, militer Filipina dan Australia melakukan latihan gabungan angkatan laut dan udara di Zona Ekonomi Eksklusif Filipina. Latihan tersebut dilakukan sehari setelah Filipina dan AS melakukan patroli bersama di Laut Cina Selatan.

PAF mengerahkan lima pesawat A-29 Super Tucano untuk pelatihan bersama dengan Australia.

Seperti diketahui, China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan. Perairan ini merupakan jalur perdagangan maritim yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$3 miliar setiap tahunnya.

Laut Cina Selatan merupakan wilayah di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Filipina, Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Brunei.

Pada tahun 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen memutuskan bahwa klaim Tiongkok atas Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar hukum, namun Tiongkok mengabaikan keputusan tersebut.

-JTN-

READ  Uni Eropa Terpecah Soal Sanksi Russia, Ada yang Mendukung, Ada yang Ingin Lindungi Ekonominya Sendiri