April 22, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Tetap jelas, saya telah melarang fatwa MUI

Suara.com – Dewan Pakar PKBI Teddy Kuzniti Pernyataan wakil presiden itu dikritik keras MUI Anwar Abbas Seputar perbandingan antara pertemuan tersebut Presiden Djokovic Dengan pimpinan FPI Habib Risik Shihab.

Teddy Kuznetsov sepertinya menganggap Anwar Abbas tidak bisa memahami masalahnya Pertemuan Djokovic Mume Mare, Nusa Tengara Timur (NDT).

Pasalnya, menurut Teddy Kuzniti, adalah penontonnya Djokovic Itu terjadi dengan peristiwa yang sangat berbeda baru-baru ini Habib Risik.

Kecaman pedas ini dilontarkan Teddy Kuznetsov pada Jumat (26/2/2021) melalui jaringan Twitter miliknya.

Baca juga:
Pulihkan Video Bukti Massa Djokovic, GPI: Polisi Tidak Tegas, Kami Kecewa!

Teddy Kuznetsov meledek MUI yang hanya mengundang bakti sosial, dengan pertanyaan apakah masyarakat masih mempercayainya.

Teddy Gusnaidi meledek FPI (Twitter / TeddyGusnaidi).

Setelah itu, Teddy Kuznaidy mengatakan, Pemprov MUI belum bisa memahami tapi sudah mengeluarkan pernyataan publik.

“Apakah kita masih ingin menyerahkan fatwa amal sukarela yang pengurusnya bahkan tidak dapat memahami suatu masalah, tetapi sudah mengeluarkan pernyataan kepada publik?” Teddy Kuznaidy mengutip ucapan Sura.com.

“Padahal kejadian NDT berbeda 180 derajat dengan kasus Habib Risik,” lanjutnya.

Saat menyematkan artikel berita, Teddy Kuzniti menyindir MUI telah melarang fatwa tersebut.

Baca juga:
Laki-laki virus membuang orang, publik penasaran: Pengetahuan apa?

“Jujur saja, saya sudah melarang fatwa MUI,” ujarnya.

Anwar Abbas berbicara tentang proses polisi dalam menyelesaikan masalah massa di tengah wabah Pemerintah-19.

Saat Presiden Djokovic baru-baru ini bertugas di Walikota Nusa Tenggara Timur (NDT), ia mencontohkan kasus Habib Risik Shihab, mantan agen FBI.

Anwar Abbas menghukum keduanya. Dia mengatakan secara logis, hukum harus ditegakkan. Jika Habib Rishik dipenjara, Presiden Djokovic juga harus.

Meski begitu, Anwar Abbas mengatakan Habib Raisik dan Presiden Djokovic seharusnya hanya dikenakan denda.

READ  Tentara Myanmar memburuk! Setelah konspirasi, orang asing dipekerjakan