Agustus 11, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Teteh yang mempersatukan bangsa, Ghisela Kell, bangga memiliki tubuh yang menarik.

Jakarta

Nama Ghisela Kell mungkin masih asing di dunia pertelevisian. Namun bisa dikatakan dia sangat populer di media sosial dan YouTube.

Gisela Kell adalah model yang sering berani tampil glamor. Di detikcom, dia mengaku memang tidak punya niat untuk meniti karir di dunia ini.

‚ÄúDulu dari kuliah saya suka fotografi, followernya banyak, jadi langsung tertarik jadi model karena suka foto-fotonya. Pertama, di Bandung murah banget (fotografi), kadang enggak. dibayar karena kamu mendukung acara-acara kecil. -Kecil” kata Eisel, panggilan akrabnya.

Pada tahun 2017, gadis bernama asli Fetty Nuralisa ini memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Itu karena dia mendapat banyak tawaran fotografi dengan penghasilan besar.

“Lalu beberapa waktu lalu saya tiba-tiba mendapat pekerjaan dari Jakarta, berapa banyak pemotretan, ya bikini, santai, fotogenik, berani. Ketika saya di Jakarta, foto pribadi pertama itu Rp 1,5 juta. Ya, namanya merayap untuk itu. pertama kali. Ya, di Jakarta terus,” kata Eisel.

Setelah berada di ibu kota, nama Ghisela Kell mendadak populer. Dia telah berakting di banyak majalah, acara TV dan banyak judul FTV Aasab.

Namun, Gisela Kell lebih nyaman menjadi model glamor. Dia punya alasan untuk itu.

“Suka banget. Gak tau deh nyaman banget. Aku percaya diri berpenampilan seperti itu. Entah kenapa aku bangga punya badan bagus,” ujar Miss Sakami 2020.

Gisela Kell tidak tertarik dengan operasi payudara. Foto: Grandyos Zafna

Gadis kelahiran 17 Juni 1996 itu mendapat banyak nama dari netizen. Dia tidak masalah disebut pemersatu bangsa karena konten atau fotonya di media sosial.

READ  Daftar lengkap pemenang Mama 2020, PDS raih 5 piala

“Aku pemersatu bangsa karena aku model seksi. Netizen bilang Tette Aiselle tertarik olahraga pagi karena foto-fotonya seksi. Atau oh, aku dapat vitamin, lihat Kak Aiselle,” kata Gisela Gel.

Sehingga model seksi itu mengaku sempat ragu untuk mengubah bentuk dada wanita setinggi 156 cm itu. Dia menyesuaikan hidungnya lebih tajam.

“Saya memikirkan usia tua. Saya tidak merasa nyaman ketika terlalu besar. Saya bangga dan bersyukur karena saya memiliki makanan Tuhan dan saya tidak perlu mengubahnya. Saya juga tidak terlalu tertarik,” katanya . berakhir.

(angka/angka2)