Juli 18, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Yaman mendesak penarikan kapal perang Jerman dari Laut Merah, Houthi: Kembali ke jalurnya

Yaman mendesak penarikan kapal perang Jerman dari Laut Merah, Houthi: Kembali ke jalurnya

Yaman mengolok-olok kapal perang Jerman yang keluar dari Laut Merah, Houthi: Mereka kembali ke jalurnya

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Yaman yang berbasis di Sana'a dan bersekutu dengan gerakan Houthi dilaporkan merespons manuver Jerman dengan menarik kapal perangnya dari perairan Laut Merah.

Dengan nada sinis, Wakil Menteri Luar Negeri pemerintah Yaman, Hussein Al Ezzi, pada Minggu (21/4/2024), menyebut penarikan kapal perang Jerman dari Laut Merah sebagai “langkah tepat”.

dilaporkan PT, Di tengah blokade Laut Merah yang mereka lakukan untuk mendukung perjuangan Palestina dan Gaza, tegas Al Ezzi. peduli Kekhawatiran terbesar pemerintah Yaman adalah mengamankan pengiriman.

Baca selengkapnya: Drone Houthi Yaman menargetkan kapal perang AS dan Israel di Teluk Aden

Ia mengatakan Yaman sangat menghormati hak dan kepentingan negara lain.

“Tak seorang pun di dunia ini yang akan menentang kita, namun siapa pun yang melakukan hal tersebut telah melakukan kesalahan fatal terhadap dirinya sendiri dan terhadap kita,” kata Al Ezzi. PT, Senin (22/4/2024).

Wakil Menteri Luar Negeri Yaman menambahkan, negara-negara lain harus memahami hal yang sama seperti Yaman dalam fokus pada pelayaran.

“Negara-negara lain harus melakukan hal yang sama dan menghormati Yaman,” katanya.

Baca selengkapnya: Markas PMF dibom oleh Israel, pejuang perlawanan Irak terus menyerang pelabuhan Eilat dan pangkalan Ovda

Kapal perang Jerman Hessen dikabarkan ditarik keluar dari perairan Laut Merah pada Sabtu (21/4/2024) saat ikut serta dalam gugus tugas koalisi pimpinan AS untuk menggagalkan serangan Houthi di jalur perdagangan di wilayah tersebut.

Bagian dari Aliansi Maritim pimpinan AS

Menurut laporan, kapal perang Jerman yang ditarik dari Laut Merah adalah kapal perang Hessen.

Kapal tersebut meninggalkan Laut Merah pada Sabtu (20/4/2024).

Kapal berkekuatan 240 orang itu dimasukkan ke Laut Merah pada 8 Februari 2024, setelah sebelumnya bertugas di Mediterania.

READ  Cerita WNI Sholat Penuh di Masjidil Haram: Kita merinding, semua menangis

Fregat Hessen adalah bagian dari Aliansi Maritim UE di Laut Merah.

Seperti diketahui, negara-negara Eropa yang dipimpin Amerika Serikat (AS) membentuk aliansi maritim untuk melawan Yaman.

Sebelumnya pada Kamis, Sekretaris Jenderal Ansarullah Yaman, Sayed Abdul Malik Al Houthi, mengancam negara-negara Eropa dan meminta mereka menarik peralatan perang dari Laut Merah.