Maret 2, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

7 peristiwa langit di akhir tahun 2020, halaman tanggal posting

KOMPAS.com – Pada minggu terakhir bulan Desember 2020 banyak sekali Fenomena langit Anda bisa menikmati bersama keluarga Anda.

Perhatikan, berikut daftar dan jadwal 7 peristiwa astronomi yang akan menghiasi langit selama periode 23-30 Desember 2020.

1. Puncak Hujan meteor Ursit, 23 Desember

Hujan meteor Ursit Hujan meteor Titik radian atau asal mula meteorit berada di konstelasi Ursa Minor.

Peneliti di Pusat Nasional untuk Ilmu Penerbangan dan Antariksa ( Delapan), Andy Bankerang dalam pendidikan ilmiah Laban menjelaskan bahwa hujan meteor Urcit berasal dari debu komet 8b / dt yang mengorbit Matahari dengan durasi 13,6 tahun.

Baca juga: Space Event Desember 2020: Asteroid mengorbit meteorit Gemini di seluruh Bumi

Komet ini memiliki orbit yang sangat oval 54,9 derajat.

Meski memuncak pagi ini, hujan meteor Urcit sudah aktif sejak 17 Desember hingga berakhir pada 26 Desember.

Perhatikan bahwa intensitas maksimum hujan meteor Urcit adalah 10 meteorit per jam.

“Sayangnya, hanya pemirsa di belahan bumi utara yang memiliki kesempatan lebih baik untuk melihat hujan meteor ini. Pengunjung yang terletak 5 derajat lintang selatan atau lebih tinggi di selatan tidak akan bisa melihat hujan meteor Ursit,” kata Andy.

Sedangkan hujan meteor Ursid terlihat di wilayah Indonesia dengan intensitas 1 sampai 2 meteor per jam mulai pukul 01.00 waktu setempat sebelum matahari terbit.

Ketinggian titik radian di puncak bervariasi dari 5 ((Kendry, 4 எஸ் LS) hingga 16 ((Pulaw We, 6 என் N).

2. Puncak hubungan Venus-Andres, 23 Desember

SHUTTERSTOCK / Tragoolchitr Jittasaiyapan Bintang oranye terang yang dikenal sebagai Andorus atau Alpha Scorpio di konstelasi Scorpio ditangkap oleh kamera CCD dan teleskop dengan fokus medium. 23 Desember Berkolaborasi dengan Venus

Pada hari yang sama, fenomena langit berupa puncak tautan Venus-Andres juga akan terjadi.

READ  Demikian penilaian Ariel NOAH terhadap sosok Geraldine

Padahal, sejak 20 Desember hingga pukul 05.50 WIB, Venus berhubungan dengan Andres dengan sudut separasi 7,5 derajat.

Puncak koneksi Venus-Andreas terjadi pada pukul 04.45 WIB (23/12/2020) dengan sudut separasi 5,7 derajat.

Selain itu, koneksi Venus-Andreas akan berakhir pada 28 Desember 2020 pukul 04.24 WIB dengan sudut pemisah 7,5 derajat.

Andy menuturkan, magnitudo visual Venus bervariasi dari -3,34 hingga -2,37. Jumlah atau level informasi sama dengan +1,05 di bawah.

“Fenomena ini terlihat saat fajar dengan arah timur-tenggara. Pastikan cuaca cerah dan hilangkan polusi cahaya serta penghalang yang menghalangi bidang pandang,” ujarnya.

3. Fusi Bulan-Mars, 23-24 Desember

Deskripsi koneksi Bulan dan MarsSHUTTERSTOCK / SN VFX Deskripsi koneksi Bulan dan Mars

Selama dua hari ini, 23-24 Desember, Bulan akan bergabung dengan Mars.

Sudut pemisah antara dua benda langit pada kedua tanggal ini masing-masing adalah 7,5 dan 7,9 derajat. Letak kedua benda langit tersebut berada di galaksi Pisces.

4. Bulan Apogee, 24 Desember

Bulan terletak di titik terjauh Bumi (Apogee) pada pukul 23.28 WIB dengan jarak 405.046 km dari pusat Bumi.

Selain itu, kecerahan pada tahap pompa awal adalah 74,49 persen, magnitudo visual atau informasi yang terlihat adalah -11,1 dan sudut lebar 21,98 menit.

Saat ini, Apogee Bulan terletak di rasi Pisces, yang bisa dilihat mulai pukul 13.40 WIB di timur dan 01.40 WIB di barat keesokan harinya.

5. Asteroid Via Earth 501647 (2014 SD 224), 25 Desember 2020

Kata astronom amatir Indonesia Marufin Sudipio Asteroid 501647 (2014 SD224) dengan diameter 123 meter merupakan asteroid yang dekat dengan Bumi, sehingga memiliki orbit yang dapat mengganggu orbit Bumi.

Pada Jumat (25/12/2020), asteroid tersebut akan mengorbit 7,9 kali atau 3 juta kilometer lebih dekat dengan rata-rata jarak Bumi-Bulan di dekat Bumi.

READ  Rosa terus menangis Afganistan akan ditinggalkan di luar negeri

“Asteroid ini tidak berpotensi bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga abad berikutnya,” kata Morufin kepada Combus.com, Senin (30/12/2020).

6. Penurunan wilayah utara maksimum setiap bulan, 30 Desember

Deskripsi bulan purnama.SHUTTERSTOCK / Yongkiet Jitwattanatam Deskripsi bulan purnama.

Per 30 Desember 2020 dengan jarak pusat geografis 392.141 km, lereng utara tidak akan mencapai maksimum pada pukul 14.53 WIB.

Sedangkan kecerahan pada fase bulan purnama 99,94 persen, jumlah informasi tampak atau tampak sebesar -12,66, dan sudut pandangnya 30,45 menit.

“Kemiringan maksimum utara adalah saat bulan berada di utara ekuator langit, yaitu mazmur matahari,” katanya.

Saat bulan mencapai titik maksimumnya, kejatuhannya bervariasi dari 18,3 derajat menjadi 28,6 derajat.

Bumi dimiringkan oleh orbit bulan menjadi 5,15 derajat dan sumbu rotasi bumi adalah 23,45 derajat.

Baca juga: Penampakan bulan dengan warna-warna pelangi, gambar yang aneh tapi realistis

7. Kotak Bulan purnama, 30 Desember

Laban mengatakan saat ini puncak bulan seharusnya tepat pada pukul 10:28 WIB tanggal 30 Desember 2020.

“Untuk Indonesia bagian timur dan Indonesia tengah, puncak bulan bertepatan dengan sore hari,” ujarnya.