April 23, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kerumunan tentang varian virus korona baru di Inggris, ini adalah ahli epidemiologi … halaman semua

KOMPAS.com – Asal penemuan variasi baru Virus Corona di Inggris Banyak negara telah menutup akses transportasi dari Inggris dan untuk sementara.

Dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berkata Varian baru virus corona, Yang diberi nama VUI-202012/01, 70 persen lebih menular daripada virus aslinya.

Hingga 13 Desember 2020, terdapat 1.108 kasus Positif untuk Kovit-19 Muncul varian baru virus corona.

Baca juga: Perhatikan, apakah 9 area ini memerlukan dokumentasi pengujian antigen yang cepat?

Sebagian besar konon berasal dari selatan dan timur Inggris.

Selain di Inggris, varian baru virus corona telah teridentifikasi di banyak negara, mulai dari Denmark, Belanda, Australia, Italia hingga Afrika Selatan.

Lantas bagaimana kaitan analisis epidemiologi dengan kemunculan varian baru virus corona di Inggris?

Tiki Putiman, ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University, mengatakan mutasi dari virus adalah normal dan umum.

Itu untuk dia Mutasi virus Seharusnya tidak berjalan secepat itu.

“Biasanya, berubah 2-3 kali sebulan. Tidak. Apa yang terjadi di Inggris 17 kali lebih tinggi daripada tingkat mutasi, ”katanya Compass.com, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Banyak topik tentang Rapid antigen, apakah setara dengan usapan antigen?

Meningkatnya potensi kematian

Mutasi yang cepat membuat virus lebih efisien dan menular.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika varian baru tersebut dikatakan 70 persen lebih menular daripada virus aslinya.

“Jika virus masuk ke Indonesia, akan meningkat tiga kali lipat dari kejadian hariannya saat ini,” kata Tiki.

Baca juga: Berikut ini adalah kelompok yang tidak dapat divaksinasi dengan vaksin Govit-19

Menurutnya, kemunculan virus korona yang baru dan lebih menular tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di layanan kesehatan ke depan.

READ  Banyak tempat favorit di rumah Nikita Mirzani

Dengan kata lain, kemunculan varian atau galur baru virus corona juga meningkatkan kemungkinan kematian.

Tiki juga mengingatkan negara-negara yang belum terkendali wabah, termasuk Indonesia, kemungkinan besar tertular virus tersebut.

“Semakin banyak infeksi, semakin banyak virus, semakin besar kemungkinan terjadinya mutasi,” katanya.

Baca juga: Mutasi virus SARS-CoV-2 terdapat di Indonesia, 3 diantaranya berada di Yogyakarta-Jawa Tengah.

Waspada WHO

Melempar sementara itu AFP, Pada Minggu (20/12/2020), WHO mengimbau anggotanya di Eropa untuk mengambil tindakan terhadap varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang beredar di Inggris.

Selain itu, mereka mengimbau seluruh anggota untuk memperhatikan varian baru virus corona.

Baca juga: 5 hal yang perlu Anda ketahui tentang OTG di Govit-19

Jika memungkinkan, bagikan data dengan komunitas internasional, terutama di negara-negara yang melaporkan mutasi virus yang sama.

WHO menduga strain baru virus corona dapat menyebar dengan sangat mudah di antara populasi dan memengaruhi tes diagnostik.

Meski masih diselidiki, dikatakan tidak ada bukti yang menunjukkan adanya perubahan dalam tingkat keparahan penyakit.

Baca juga: Berikut 13 penyakit yang berhasil diobati dengan vaksin, apa saja?

KOMPAS.com/AkbarBayuTamdomo
Infografis: 6 vaksin Govit-19 sedang ditentukan untuk vaksinasi di Indonesia