September 28, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Belajar tentang monopole tipe tiang BTS yang ditabrak truk di Bekasi

Jakarta

Kecelakaan maut Itu terjadi lagi akibat truk trailer menabrak tiang Stasiun pemancar dasar (PTS) di Bekasi hari ini Rabu (31/8/2022). menara telekomunikasi Sebuah truk menabraknya hingga ambruk Monopoli. Mengapa disebut demikian dan terlihat seperti tiang listrik?

Akibat insiden ini, setidaknya 10 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam kecelakaan mengerikan ini. Diketahui bahwa salah satu korban tewas adalah pengemudi truk pickup yang menabrak tiang BTS. Tempat tiang BTS Ia ambruk setelah ditabrak truk trailer di Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, di depan halte SDN Kota Bharu II dan III.

Managing Director ICT Institute Heru Suthadi mengatakan BTS memiliki banyak bentuk yang berbeda, termasuk BTS makro skala besar dengan tiga atau empat kaki. Sedangkan jenis BTS yang ditabrak truk trailer adalah monopole.

“Tiang BTS yang jatuh terlihat Monopoli Itu terlalu banyak,” kata Heru

Jenis BTS dalam bentuk monopole ini banyak ditemukan di perkotaan. Bentuknya yang memanjang merupakan ciri khas tiang listrik, namun diameter tiangnya lebih besar. Untuk monopole BTS, biasanya di ujung atasnya dijalin seperti cabang pohon.

Pada 31 Agustus 2022 SDN II dan III bertabrakan dengan kendaraan sebelum tiang BTS ambruk dalam kecelakaan di depan Kota Bharu, Bekasi. (Google Street View) Foto: Tiang BTS sebelum roboh menimpa kendaraan dalam kecelakaan di depan SDN II dan III Kota Bharu, Bekasi pada 31 Agustus 2022. (Google Tampilan Jalan)

“Dinamakan kamuflase karena pemerintah daerah memiliki aturan untuk menutupi menara, yang lebih ramah lingkungan. Biasanya terlihat seperti pohon. Jadi strukturnya tetap menara, tetapi ada pohon buatan atau palsu di ujung atas. Juga,” kata mantan komisaris BRTI itu.

READ  CCTV di Bona Inda tidak menunjukkan mobil Isyana hilir mudik di sumur hisap

“Dan di mana menara (tanah) besar tidak dapat dibangun, monopoli biasanya dibangun di atas sebidang tanah yang terbatas,” tambahnya.

Heru juga kuat PTSApakah itu menara berkaki tiga atau empat atau monolit, konstruksinya mampu menahan guncangan gempa hingga 7 skala richter dan angin 120 km/jam.

Heru berkata tentang ketinggian BTS Monopole Ini bervariasi tergantung pada desain teknis dan kontur tanah karena terhubung ke menara lain atau mungkin di atas bangunan.

“Jadi kalau di gedung tinggi pakai paling banyak 6-12 meter, tapi kalau antara 20-40 meter, 53 meter ke atas, biasanya pakai 3 atau 4 kaki, karena itu termasuk kekuatan. lebih baik dari monolit,” pungkas Heru.

Tonton videonya”Suasana di lokasi kecelakaan truk mengerikan di Pegasi, 10 orang tewas!
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)