Juli 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Jadwal tayang China Open 2023 hari ini: 2 wakil Indonesia menantang raksasa ganda campuran dunia

Jadwal tayang China Open 2023 hari ini: 2 wakil Indonesia menantang raksasa ganda campuran dunia

Jadwal tayang babak kedua China Open 2023 Super 1000 mempertemukan dua wakil Indonesia melawan tim ganda campuran unggulan dunia. Salah satunya adalah Dejan Ferdinandsya/Gloria Emmanuel Vidjaja.

Dalam jadwal tayang babak kedua China Open 2023 Super 1000, Kamis (7/9/2023), dua wakil Indonesia akan menghadapi ganda campuran unggulan dunia. Salah satunya adalah Dejan Ferdinandsya/Gloria Emmanuel Vidjaja.

Di babak kedua, Dejan/Gloria akan kembali menantang peringkat satu dunia dan peringkat satu China Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Ini merupakan pertemuan ketiga pada tahun ini. Zheng/Huang selalu memenangkan dua pertemuan sebelumnya dalam dua pertandingan.

Selain Tejan/Gloria, pasangan lawan tangguh Indonesia lainnya, Rinov Rivaldi/Pita Mentari Haningtias, akan menghadapi unggulan ketiga Thailand Dekabol Puvaranukro/Subsiri Taratanatsai. Rinov/Pita belum pernah memenangkan satu pertandingan pun dalam 5 pertemuannya.

Gulir untuk membaca

Gulir untuk membaca

Praveen Jordan/Melati Deva Octavianti akan dengan mudah menghadapi Tan Kian Meng/Bei Jing Lai dari Malaysia. Kedua pertemuan tersebut terjadi pada 2019 dan 2020 namun Praveen/Melati menang 2-0.

Babak kedua China Open 2023 akan dimulai pukul 09.00 atau 08.00 WIB waktu setempat. China Open 2023 akan disiarkan langsung oleh SPO TV dan MNC Sport.

Jadwal pertandingan ada di halaman berikutnya…

/*Load more Function*/ function loadData(page, ajaxURL) { $(".loader").css("display", "block"); $.ajax({ method: "POST", url: "https://bulutangkis.republika.co.id/ajax/" + ajaxURL, data: { page: page, kid: 0 } }) .done(function(content) { ScrollDebounce = true; $(".loader").css("display", "none"); $("#posts-infinite").append(content);

});

}

function openNav() { document.getElementById("mySidenav").style.width = "350px";

}

function closeNav() { document.getElementById("mySidenav").style.width = "0"; }

function openSearch() { document.getElementById("myOverlay").style.display = "block"; } // tambahsearch function closeSearch() { document.getElementById("myOverlay").style.display = "none"; }

function show_debug_width() { var debug_show = false; var debug_console = false; $('body').prepend('

| | rules css:

'); $("span#wdt").html("width: " + $(window).width()); $("span#hgt").html("height: " + $(window).height()); if (debug_console) { var rule = ""; $('#rule_css').each(function() { rule = window.getComputedStyle(this, ':after').content; }); console.log($('#info_css').text() + ' ' + rule); } $(window).resize(function() { $("span#wdt").html("width: " + $(window).width()); $("span#hgt").html("height: " + $(window).height()); if (debug_console) { var rule = ""; $('#rule_css').each(function() { rule = window.getComputedStyle(this, ':after').content; }); console.log($('#info_css').text() + ' ' + rule); } }); } $('document').ready(function() { show_debug_width(); hover_video(); //scrool_header();

function hover_video() { $('div.video-cover').hover(function() { $(this).find('div.overplay').show(); $('div.video-cover img').css({ "opacity": "0.9" }); });

} $(window).scroll(sticky_relocate); $(window).scroll(scrool_menu); sticky_relocate(); scrool_menu();

function scrool_header() { $(window).scroll(function() { if ($(window).scrollTop() > 60) { $('.header').slideDown(); $('.header').css({ "position": "fixed", "z-index": "99", "top": "0", "left": "0", "background": "#fff", "box-shadow": "2px 2px 2px 2px rgba(0,0,0,0.1)"

}); } else { $('.header').css({ "position": "relative", "box-shadow": "none" }); } }); }

//$(".share_it").html(' ');

// $('.share-open-click').click(function() { // $('.share-open-fix').slideToggle(); // }); if ($(".twitter-tweet , .twitter-video ").length > 0) $("

READ  3 Faktor AC Milan Serie A Tidak Bisa Menang: Tejavu, Rosoneri Tidak Belajar dari Kesalahan