Januari 30, 2023

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kenapa jam 6 sore masih terang, ini faktor penyebabnya

Memuat…

Matahari terbit dan terbenam di Indonesia tidak berbeda secara signifikan sepanjang tahun karena sebenarnya dekat dengan garis khatulistiwa. Foto/pixabay/LAPAN

Jakarta matahari Matahari terbit dan terbenam di Indonesia tidak berbeda secara signifikan sepanjang tahun karena kedekatannya dengan garis khatulistiwa. 18.00 WIB atau saat matahari perlahan terbenam dalam beberapa hari terakhir 6 sore dan masih terang .

Menurut laman Data Dunia, hari ini Rabu (25/1/2023), matahari terbit pukul 05.51 WIB dan terbenam pukul 18.17 WIB di Jakarta. Fakta ini menunjukkan bahwa matahari masih terlihat cerah pada pukul 18.00 di Jakarta jika cuaca tidak mendung atau hujan.

Jakarta terletak di 6 derajat lintang selatan dan dengan demikian sangat dekat dengan khatulistiwa. Secara umum, seperti banyak kota di Indonesia yang berada di dekat garis khatulistiwa.

Baca juga; Tidak ada kiamat, para ahli mengkonfirmasi matahari terbit dari rotasi normal utara

Jadi saat matahari berayun ke utara di pertengahan tahun dan ke selatan di awal tahun, jaraknya tidak terlalu jauh. Malam terpanjang di Indonesia diperkirakan 12.30 jam di bulan Desember dan 13 jam di bulan Juni.

Posisi Indonesia yang begitu dekat dengan garis khatulistiwa tidak membuat perbedaan yang berarti saat matahari terbenam antara bulan Juni dan Desember. Di Indonesia rata-rata perbedaan waktu matahari terbenam hanya 24 menit, sedangkan di Amerika atau Eropa bisa berbeda hampir satu jam.

Dari Desember hingga Januari, siang hari biasanya sedikit lebih lama di Indonesia bagian selatan. Alhasil, langit masih cerah saat memasuki pukul 18.00 atau pukul 6, apalagi waktu Maghrib belum genap.

Peristiwa ini berulang setiap tahun dan kembali normal pada tanggal 23 Maret saat matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Saat itu, siang dan malam sama di seluruh dunia.

READ  Penjual sepatu juga dapat mengklik dan membalut, dan potret gembira ini menjadi sorotan

Baca juga; Inilah alasan mengapa Kiribati dikenal sebagai negeri tempat matahari terbit pertama kali

Acara ini bahkan lebih cerah pada pukul 6 sore setiap tahun mulai tanggal 22 Desember karena gerakan semu Matahari. Saat itu matahari akan tepat berada di 23,5 derajat Lintang Selatan. Kondisi ini menyebabkan wilayah tersebut mengalami siang yang lebih panjang daripada malam, termasuk wilayah di selatan khatulistiwa seperti Pulau Jawa.

SINDOnews menulis tentang peristiwa ini pada 25 Januari 2022 pukul 6 sore dengan judul “Penundaan Matahari Terbenam di Akhir Januari, Begini Tafsir Lengkap Laban”. Banyak wilayah Indonesia, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang diinformasikan bahwa matahari akan terbenam antara 26-31 Januari 2022.

Peneliti LAPAN Space Center Andy Bangeren mengatakan, fenomena tersebut terjadi karena Bumi berputar pada porosnya dengan kemiringan 66,6 derajat terhadap bidang ekliptika.

Baca juga; Matahari terbenam di penghujung Januari, dan berikut adalah gambaran lengkap dari kedelapannya

“Dan kemudian pada saat yang sama Bumi juga berputar mengelilingi Matahari sepanjang sumbu rotasi miring ini,” tulis Andy Pankaran, seperti dikutip dari situs resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Karena kemiringan sumbu rotasi Bumi saat mengorbit Matahari, inilah mengapa waktu matahari terbit dan terbenam bervariasi lebih cepat atau lebih lambat sepanjang tahun. Oleh karena itu, fenomena masih terang pada pukul 18.00 merupakan kejadian normal setiap tahun, yang dipengaruhi oleh perubahan posisi Matahari dan Bumi.

(wib)