Desember 6, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Ketua KPK ICW Luke Enembe menyebut tinggal di rumah semacam lelucon

Jakarta, KOMPAS.com – Indonesia Corruption Watch (ICWDia mencatat bahwa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi hadir (KPK) Firli Bahuri Di Rumah Gubernur Papua Nama saya Luke Kedengarannya seperti lelucon.

Peneliti ICW, Gurnia Ramadana, mengatakan pihaknya belum memahami urgensi kunjungan Firli Bahuri ke rumah Lucas Enembe di Papua.

“Sampai sekarang, kami tidak mengerti apa itu terburu-buru Ketua KPK Firli Bahuri datang untuk menghadiri audisi langsung Lucas Enembe,” kata Gurnia dalam pesannya kepada media, Jumat (11/4/2022).

Menurut Gurnia, hanya penyidik ​​KPK dan tim medis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang boleh menghadiri pemeriksaan.

Baca selengkapnya: Pengacara Luke sakit dan ujian KPK tidak dilanjutkan

Merujuk pada Pasal 21 ayat (1) UU KPK yang baru, Gurnia mengatakan pimpinan KPK tidak lagi berstatus penyidik ​​sebagaimana dimaksud dalam UU sebelumnya.

Di sisi lain, kata Gurnia, Firli Bahuri bukanlah dokter yang memeriksa kesehatan seseorang.

“Jadi dia berada di rumah Luke, terutama berjabat tangan seperti itu, adalah semacam lelucon yang akan mendapatkan banyak tawa dari publik,” kata Gurnia.

Gurnia mengungkapkan, sejauh ini Firley sudah dua kali bertemu dengan jaksa.

Pada Mei 2018, Firli Bahuri bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Duan Guru Bajang.

Baca selengkapnya: Lukas Enembe serukan kerja sama saat sidang pimpinan KPK Firli Bahuri

Spesial Pimpinan KPK Firli Bahuri (bertopi) dan Kapolda Papua Irjen Mathias de Fakiri berada di Mabes Polri Papua dan akan mengunjungi kediaman pribadi Lucas Enembe untuk melakukan penyelidikan, Jayapura, Papua, Kamis (3/11/2022).

Saat itu, KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi kepemilikan saham PT Newmont yang melibatkan Pemprov NTB.

READ  Diduga maling motor, tidak melakukan tindakan, pertama kali dibunuh orang

Selanjutnya, KPK mengklaim bahwa Firley yang saat itu menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Penindakan, telah melakukan pelanggaran etik yang serius.

“Ini menunjukkan Firli tidak memiliki standar etika sebagai pimpinan KPK dari dulu hingga sekarang,” kata Gurnia.

Sebelumnya, Firley mendampingi penyidik ​​KPK dan tim medis ITI ke rumah Lucas Enembe, Distrik Koya Tenga, Jayapura, Papua.

Dalam foto yang dibagikan pengacara Luke Enembe, Stephenus Roy Renning, terlihat Firley menjabat tangan Luke di depan meja makan.

Baca selengkapnya: Ketika KPK harus pergi ke Papua untuk memeriksa Luke Enembe…

Kunjungan Firley ke rumah Lucas Enembe didampingi Kapolda Papua, Pangdam Sentarawasi dan Kepala BIN Daerah (Kabinda).

Firley mengatakan, tindakan hukum selanjutnya yang dilakukan KPK terhadap kasus Lukas Enembe akan bergantung pada hasil pemeriksaan penyidik ​​dan dewan medis.

“Tentu langkah selanjutnya adalah meninjau hasil uji coba kami, termasuk tim medis yang kami bawa sebelumnya,” kata Firley dalam keterangan resminya, Kamis (11/3/2022). .

KPK sebelumnya mengumumkan akan mengirimkan tim penyidik ​​dari IDI dan tim medis independen untuk memeriksa Lucas Enembe di rumahnya di Distrik Koya, Jayapura, Papua.

Baca selengkapnya: 1,5 Jam Ujian KPK di Rumah Lucas Nambe, Jayapura…

Alexander Marwada, Wakil Ketua KPK, menegaskan penyidik ​​tidak datang untuk menjemput mereka secara paksa, melainkan memeriksa mereka sebagai tersangka dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dalam konteks pemeriksaan kesehatan Luke Enembe dan Lucas Enembe ditetapkan sebagai tersangka, bukan untuk penjemputan paksa. Sekali lagi, bukan untuk penjemputan paksa,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin. (24/10/2022).

Lucas diketahui ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber dari APBD Papua pada awal September lalu.

READ  Prediksi Skor Persik Khediri vs Arema FC di Liga 1 2022-2023: Singo Edan Peluang Curi: Okesone Bola

Namun, KPK belum berhasil melakukan pemeriksaan terhadap Lucas Enembe yang selama ini mengaku sakit.

Juga, kerumunan besar berkumpul di depan rumah Lucas Enembe di Papua.

Baca selengkapnya: Pengacara Lucas Nambe mendesak KPK untuk mengutamakan hak asasi manusia saat menyelidiki Lucas


Dapatkan pembaruan berita khusus Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Gabung grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.