April 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kisah seorang gadis bernama Icha yang melakukan perjalanan dari Bandung ke Bali dengan mengendarai sepeda motor listrik

Kisah seorang gadis bernama Icha yang melakukan perjalanan dari Bandung ke Bali dengan mengendarai sepeda motor listrik

Jakarta, KOMPAS.comSMEV Menguji ketahanan dua sepeda motor listrik dalam perjalanan Bandung-Denpasar. Salah satu peserta, Annisa Sahra Prathivi atau yang akrab disapa Icha menceritakan pengalamannya yang luar biasa selama perjalanan.

Dulu, hobi Icha adalah bersepeda motor, khususnya berpetualang menggunakan sepeda motor trail. Sehari-harinya Icha menjadi pegawai sebuah perusahaan swasta, bahkan selama tujuh hari perjalanan Bandung-Denpasar ia mengambil cuti.

Pertemuan Icha dengan tim SMEV juga memang kebetulan. Saat itu Icha Eger sedang bersiap untuk mengikuti balapan reli di Bandung, di mana mereka bertemu, saat SMEV sedang bersiap meluncurkan sepeda motornya.

Baca Juga: Segmen Sepeda Motor Listrik Premium SMEV Rp 50 Juta-Rp 100 Juta

KOMPAS.com/FATHAN Kisah Annisa Zahra Prathivi alias Icha melakukan perjalanan dari Bandung ke Denpasar dengan mengendarai sepeda motor listrik SMEV.

“Disitu kita ngobrol, pas launching motornya kita dikasih, kita mau buat rencana, kita mau test motornya dan launching motornya, kita mau ikutan kan? heboh pas ditelepon, jadi saya jawab iya dan begitulah. selesai,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (23/2/2024).

Icha menceritakan perjalanannya selama tujuh hari dari Bandung ke Denpasar SMEV EM-TIni dirancang sebagai sepeda trail.

Perjalanan dimulai dari Eger Bandung menuju Cilacap, lalu ke Yogyakarta, Bromo, Malang, Situbondo, Banyuwangi dan kemudian ke Denpasar.

Selama perjalanan, Icha mengatakan tidak ada kendala berarti pada motornya dan sangat irit. Padahal, jarak tempuh yang jauh, yakni 1.250 km, merupakan ujian bagi para pensiunan pengemudi.

Baca juga: Hyundai Paparkan Hasil Riset Mobil Listrik di Indonesia

“Pengendaraannya bagus, kondisi fisiknya bagus dan untung motornya masih bagus. Motornya irit banget dan di perjalanan tidak ada kendala, apalagi orang sedang lelah fisik,” kata Icha.

Icha mengatakan EM-T yang dikendarainya mampu menempuh jarak 100km hingga 120km dalam sekali pengisian daya. Pengisian baterainya tergolong cepat, hanya membutuhkan waktu tiga jam.

“Sampai disana baterainya habis, kita langsung ke titik, waktunya charge, kita masuk desa, ada penjual Xiaomi, kita tumpangi ke sana ya?acak “Itu,” kata Icha.

Kisah Annisa Zahra Prathivi alias Icha melakukan perjalanan dari Bandung ke Denpasar dengan mengendarai sepeda motor listrik SMEV.SMEV Kisah Annisa Zahra Prathivi alias Icha melakukan perjalanan dari Bandung ke Denpasar dengan mengendarai sepeda motor listrik SMEV.

Ternyata Motor listrik “Bisa charge dimana saja,” kata Icha agak terkejut. Jadi tidak ada masalah dengan motornya selama perjalanan, terakhir karena kelelahan, Icha menjatuhkan motornya.

Saya hanya menabrakkan sepeda motor saya satu kali menggunakan EM-T. Jadi saya lelah di siang hari dan terpana ketika saya berhenti untuk menunggu janji. Saya lupa kalau motornya tidak diratakan dan jatuh bisu, tapi ternyata. “Motornya sempurna,” kata Icha.

Selama perjalanan, Icha mendapat pengalaman unik saat berkendara dari Yogyakarta menuju Bromo. Kebetulan saya masih malam, di jalan yang tidak ada lampu jalan, dan saat itu sedang hujan.

Annisa Zahra Pratiwi atau akrab disapa Icha menceritakan perjalanannya dari Bandung menuju Denpasar menggunakan sepeda motor listrik SMEV.SMEV Annisa Zahra Pratiwi atau akrab disapa Icha menceritakan perjalanannya dari Bandung menuju Denpasar menggunakan sepeda motor listrik SMEV.

“Kebetulan saya pakai kacamata, jadi agak membingungkan. Kedua, terkesan mistis, itu tempatnya, dan kakak-kakak bercerita lokasinya, medannya sulit,” kata Icha.

Di tengah jalan, Icha memimpin rombongan empat sepeda motor, dua unit EM-T dan dua unit EM-1. Setelah beberapa saat, ketika saya berada di depan, saya tidak dapat melihat lampu di belakang saya dan menyadari bahwa tidak ada seorang pun.