Juli 4, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Macron: Butuh beberapa dekade bagi Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron menominasikan Ukraina untuk bergabung dengan komunitas Eropa paralel karena telah menjadi anggota selama beberapa dekade. Uni Eropa (UE).

Macron dalam pidatonya di depan Parlemen Uni Eropa Di Strasbourg, diperkirakan Ukraina bisa bergabung sambil menunggu akhir.

Menurutnya, ini akan memungkinkan anggota non-UE untuk bergabung dengan kubu UE dengan cara lain.

Dilaporkan BBCUkraina mulai mengajukan permohonan masuk UE pada Februari tahun ini, empat hari setelah invasi Rusia.

Baca selengkapnya: Jerman menyiapkan skenario baru untuk menghentikan impor gas dari Rusia

Baca selengkapnya: Kisah seorang WNI yang bersembunyi di bunker 3 minggu setelah meninggalkan Ukraina

Emmanuel Macron, Presiden Prancis dan kandidat La Republique en Marche (LREM) untuk pemilihan ulang, merayakan kemenangannya dalam pemilihan presiden Prancis pada 24 April 2022 di Champ de Mars, Paris. (Foto oleh Thomas COEX / AFP) (AFP / Thomas COEX)

“Kita semua tahu bahwa proses mengizinkan (Ukraina) untuk bergabung sebenarnya akan memakan waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun,” kata Macron.

“Itu benar sampai kita mengurangi standar aksesi. Dan kita perlu mempertimbangkan kembali persatuan Eropa kita.”

Macron mengatakan komunitas Eropa paralel harus dipertimbangkan, daripada menangguhkan kriteria keanggotaan ketat UE, untuk mempercepat penerimaan Ukraina.

“Ini adalah cara untuk menjangkar negara-negara yang secara geografis geografis di Eropa dan berbagi nilai-nilai kami,” katanya.

Komentarnya muncul tak lama setelah Presiden Komisi Eropa Ursula van der Leyen mengumumkan bahwa eksekutif Uni Eropa akan membuat pernyataan awalnya tentang keanggotaan Ukraina Juni ini.

Pejabat Kyiv mengkonfirmasi pada Senin (9/5/2022) bahwa Ukraina telah mengajukan bagian kedua dari aplikasi keanggotaan. Uni Eropa Ke Brussel.

READ  Foto Pelantikan Joe Biden: 200.000 Bendera Amerika Asal Alkitab Berusia 127 Tahun