April 20, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Menyamai rekor Lippi di Italia, kata Mancini

Jakarta

Italia Mereka mengalahkan Lithuania 2-0 Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Prestasi ini mengubah burung beo Assuri menjadi pelatih Roberto Mancini Cocok dengan rekor seniornya, Marcello Lippi.

Sejak ditunjuk menangani Italia pada Mei 2018, Mancini telah memimpin Gianluigi Donorumma dan lainnya dalam 30 pertandingan. Alhasil, Italia hanya kalah dua kali dan berhasil meraih 21 kemenangan dan 7 seri.

Tepatnya pada September 2018, kekalahan terakhir Italia di bawah asuhan Mancini terjadi hampir tiga tahun lalu, ketika Kili Assuri kalah 0-1 dari Portugal di UEFA Nations League 2019.

Italia Dulu tidak pernah muncul, dan sekarang rekor itu telah mencapai 25 pertandingan, menyamai apa yang telah dilakukan Libby Saat berlatih untuk Italia pada 2004-2006.

Mancini Italia memimpin jalan untuk lolos ke Piala Eropa 2021 dan semifinal UEFA Nations League 2021. Lippi mengucapkan selamat kepada Mancini atas prestasinya selama ini.

“Rekor itu sangat masuk akal karena menunjukkan pertumbuhan tim yang bisa berjuang untuk mencapai lebih banyak gol,” kata Lippi La Cassetta kepada Dello Sport.

Lippi menjadi pelatih terakhir yang menyumbangkan trofi tersebut untuk timnas Italia. Foto: Masashi Hara / Getty Images

“Semua orang merasa terhubung Mancini. Ada pola pikir ofensif, dan yang penting, ada kualitas. “

“Mancini dan saya punya banyak kesamaan. Kami dulu bermain di Samptoria selama bertahun-tahun. Kami punya warna yang sama. Kami ingin menang dengan tim yang terintegrasi, kami bermain menekan di lapangan,” jelasnya. Libby, Sekarang berusia 72 tahun.

Sekitar 25 pertandingan tak terkalahkan Italia, Mancini pasti senang. Tapi baginya, menyamai rekor Libby berarti dia bisa memenangi gelar yang sama dengannya.

READ  Selain merawat tubuh, Georgina Rodriguez juga sangat memperhatikan pola tidur: Oaxacon Ball

Libby Sudah menjuarai Piala Dunia 2006, Mancini belum juga memberikan trofi. Dengan kontraknya yang akan berakhir pada 2022, Mancini bertujuan untuk memenangkan trofi serupa.

“Saya akan senang bisa menyamai dia pada Desember 2022 (final Piala Dunia). Sekarang saya senang berada di puncak klasemen tim. Jika ini sebuah prestasi, itu akan hancur dengan sendirinya,” katanya. Mancini.

(adp / krs)