April 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Paul Espercaro mengaku stres setelah berkenalan dengan Honda: Okason Sports

Doha – Pembalap Tim Repsol Honda, Seperti Espergo Dia akhirnya membalap RC213V selama tes pramusim di sirkuit Loce di Qatar. Fake sudah lama kans memodifikasi motornya Honda Pasalnya, pengujian dilakukan selama dua hari mulai 6 Maret hingga 7 Maret 2021.

Tentu saja Hole senang karena bisa mencoba motor Honda juga. Namun, pebalap Spanyol itu mengaku langsung tertekan saat diperkenalkan dengan Honda.

Locil merasakan tekanan yang luar biasa saat keluar dari pitbox sirkuit. Ada tekanan dari dia dan orang lain yang mengharapkan dia segera tampil lebih baik selama sesi tes pramusim.

Baca juga: Kondisinya kini semakin membaik, dan Mark Marquez telah belajar dari kesalahannya

Meski menunggu lama untuk mengendarai Pol RC 213V. Namun, sebenarnya ia sangat tertekan karena banyak sekali orang yang fokus pada salah satunya di Honda.

“Saya sangat jujur, awalnya saya merasa sangat stres. Saya menunggu momen itu (RC 213V) datang, dan banyak orang membicarakan momen ini, bisa positif atau buruk,” kata Pol. Selasa (9/3/2021).

Awalnya Pol siap mengantisipasi setiap hal negatif yang melanda dirinya saat mengendarai motor Honda. Dia tahu banyak yang tidak akan mendukung orang-orang Honda untuk MotoGP 2021.

Namun tekanan yang datang begitu kuat, terutama dari sisi media, ternyata mempengaruhi dirinya dan juga timnya. Dia merasa perlu segera tampil lebih baik selama sesi tes, yang benar-benar merusak konsentrasinya.

Alhasil, Pol akhirnya gagal mendapatkan hasil yang menggembirakan dalam tes dua hari sebelum musim. Di hari pertama, Pol finis di urutan ke-17. Di hari kedua, adik-adik Alex Espercaro hanya sedikit membuat kemajuan dengan finis ke-12 dalam daftar pebalap tercepat di tes pramusim.

READ  Ali Nagabalin mengunggah lambang Front Persatuan Islam, kalimatnya sangat tajam

Seperti Espergo

“Sepertinya Anda dipaksa untuk tampil lebih baik dengan segera. Di hari pertama, Anda menampilkan diri (sebanyak mungkin). Jika tidak, Anda membuat kesalahan dengan berganti tim, atau tim pembuat keputusan yang harus disalahkan. Bawa saya ke Repsol Honda, “lanjut Pol.

“Tekanan ini datang saat Anda masuk ke lintasan. Di lap pertama, tekanan terlalu tinggi. Saya mengendarai, saya harus berusaha mencapai batas, seperti saya harus melakukan apa yang saya bisa dalam hidup saya saat itu. Jadi saya berusaha memahami semuanya sebaik mungkin. Tapi itu cukup membuat saya stres, “pungkasnya.