Juli 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Penjelajah Curiosity NASA tiba di sebuah situs di Mars dengan jejak air purba

Penjelajah Curiosity NASA tiba di sebuah situs di Mars dengan jejak air purba

Misi penjelajah Mars Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Curiosity, baru-baru ini mengambil foto selfie di depan Mars yang indah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penjelajah Mars rasa ingin tahu NASA baru saja mencapai saluran bernama Geddis Wallis. Lokasi ini adalah tempat yang bagus untuk mengambil panorama alien yang dramatis, namun mungkin juga menyimpan petunjuk tersembunyi tentang air kuno di Mars.

dilaporkan BalikPada Sabtu (6/4/2024), bebatuan tersebut sudah lama terlihat Selasa Lebih basah dan lebih hangat miliaran tahun yang lalu. Bukti terkini menunjukkan bahwa air di Planet Merah datang dan pergi secara bertahap.

NASA sedang mencari petunjuk untuk terobosan penting. Artinya, ketika fase-fase ini berakhir, air dalam bentuk cair akan menghilang secara permanen dari permukaan Mars, mengubah planet yang tadinya basah menjadi dunia yang tandus secara permanen. Gediz Vallis mungkin bisa menjadi petunjuk tujuan perjalanan menuju tujuan ini.

Kantor NASA Diumumkan pada Jumat (5/4/2024), penjelajah roda enam ini akan mendapatkan gambaran baru tentang “masa lalu mirip Bumi” ini saat berkendara di fitur daratan berbentuk ular.

Data satelit sebelumnya menunjukkan bahwa air yang mengalir mungkin telah membantu terbentuknya kanal tersebut. Tumpukan puing di saluran tersebut juga menunjukkan bahwa air pernah mengalir di sana.

Struktur geologi di saluran tersebut menunjukkan bahwa wilayah tersebut mungkin telah mengering dan kemudian dibanjiri lagi, konsisten dengan bukti serupa di wilayah lain di Mars yang dipelajari oleh NASA. Para ilmuwan sekarang menduga bahwa Gediz Vallis mungkin terbentuk setelah periode kering, sebelum periode basah lainnya.

READ  Tidak perlu ke luar angkasa, ini adalah tempat di bulan yang bisa dilihat dari Bumi

Tim peneliti ingin mengetahui ukiran batuan dasar apa yang membentuk Gediz Vallis.

“Sisi sistemnya curam, dan tim tidak mengira saluran tersebut terbentuk oleh angin. Namun, aliran puing-puing (longsor yang cepat dan basah) atau sungai yang membawa batu dan sedimen mungkin memiliki energi yang cukup untuk menempel di dasar,” kata NASA. .

Curiosity telah menjelajahi Mars selama lebih dari satu dekade untuk memahami apakah Mars yang modern dan tidak ramah dulunya ramah terhadap kehidupan.