Mei 15, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Rakyat Myanmar tidak takut, mereka berada di jalan melawan kediktatoran militer

7 Februari 2021 – 14:35 WIB

Pada Sabtu (6/2/2021) pengunjuk rasa melancarkan protes terhadap kudeta militer di Yangon, Myanmar. Mereka menuntut pembebasan pemimpin terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi. Foto: ANTARA / REUTERS / Stringer / wsj

jpnn.com, Yangon – Ribuan geng turun ke jalan-jalan di Yangon, Myanmar, Memasuki hari kedua, Minggu (7/2).

Sebuah pertemuan untuk memprotes pencabutan pemerintahan sipil dan penahanan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi oleh junta militer pekan lalu.

Para pengunjuk rasa di Yangon membawa balon merah “mewakili Liga Nasional Sookie untuk Demokrasi (NLD)” dan berteriak, “Kami tidak membutuhkan kediktatoran militer! Kami ingin demokrasi!”

Menjelang siang, sekitar 100 orang berkumpul di kota pesisir tenggara Maulamine, dengan mahasiswa dan dokter berkumpul di Mandalay.

Kudeta militer di Myanmar telah menuai kecaman dari para pemimpin dunia dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Mereka menuntut agar para pemimpin militer Myanmar melepaskan kekuasaan mereka dan membebaskan politisi.

Pihak militer beralasan bahwa pemilihan yang dimenangkan oleh Aung San Suu Kyi tidak jujur.

Militer menuduh Sookie melanggar hukum dengan mengimpor secara ilegal alat bicara sederhana.

Didukung Kandungan

Memuat …

Memuat …

READ  Sungguh luar biasa, kata Abinya Leboy, putri Kapten Affan