Maret 8, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Muslim-Kristen Irak membangun masjid dan gereja yang dihancurkan oleh ISIS

Jakarta

Kota tua Mosul di Irak utara sedang dibersihkan. Pekerjaan restorasi untuk tempat suci sedang dilakukan sehingga masjid dan gereja akan kembali ke kejayaannya.

Masjid dan gereja serta tentunya rumah penduduk rusak parah ketika kelompok yang bernama Negara Islam (ISIS) merebut kota di tepi Sungai Tigris pada pertengahan tahun 2014.

Pada 2016-2017 pecah perang antara militan ISIS dan pasukan koalisi, yang berakhir dengan pembebasan Mosul. Area kota tua tidak diketahui.

Rumah, gereja, dan masjid warga yang berdiri berdampingan selama berabad-abad rusak parah. Pemugaran kota tua dilakukan di bawah naungan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Rekonstruksi masjid dan gereja di kota tua menjadi fokus kerja UNESCO.

Dalam proses ini, UNESCO mendorong warga Muslim dan Kristen untuk bekerja sama merenovasi dan memperbaiki tempat ibadah.

Umat ​​Kristen membangun masjid dan Muslim membangun gereja

Reuters

“Kami mendorong umat Kristiani untuk membangun kembali masjid … Sebaliknya, kami mendorong umat Islam untuk membangun kembali gereja. Ini adalah salah satu tujuan dari proyek ini. [yaitu meneguhkan rasa kebersamaan semua warga]Omar Yasser Adil Thakka, Asisten Koordinator UNESCO di Mosul, mengatakan:

Hidup berdampingan dalam persatuan merupakan salah satu ruh kota Mosul. Persatuan dan persaudaraan dihormati oleh Muslim, Kristen dan Yasidis yang tinggal di kota, kata Emad Sabri Abdullahat, pengawas keamanan UNESCO.

“Kami tinggal di sini bersama,” kata Abdulhat.

Staf UNESCO, Anas Ziad, yang terlibat dalam pemulihan tempat ibadah di Mosul, mengatakan ISIS telah memecah belah umat Islam dan Kristen selama sekitar tiga tahun.

“Tapi sekarang kita bisa bersama lagi dan membangun kembali Mosul antara Muslim, Kristen dan Yazidi,” kata Ziad.

READ  Dengan bocoran desain tersebut, Samsung Galaxy S21 Plus menawarkan bodi belakang baru

Menara Masjid Al-Nuri

Menara Masjid Al-Nouri pernah menjadi simbol kota Mosul. Masjid itu hancur pada 2017 ketika militan ISIS didorong mundur. (Reuters)

Rasa kebersamaan inilah yang ingin kami bawa kembali saat merenovasi masjid dan gereja.

Masjid yang telah direnovasi adalah Masjid al Nouri.

Bangunan dan menaranya yang landai pernah menjadi ciri khas kota Mosul. Namun, masjid tersebut hancur saat diserang lagi pada 2017 oleh militan ISIS.

Thaka, asisten koordinator UNESCO, mengatakan ISIS sengaja mencoba menghancurkan Mosul dan ingin menghancurkan sejarah kota dalam prosesnya.

Thaka mengatakan para pekerja telah memindahkan lebih dari 5.600 ton sampah yang tersebar di seluruh kompleks masjid.

Selain itu, warga dan pekerja harus mengeluarkan sekitar 20 bahan peledak, beberapa di antaranya ditanam di dalam tembok masjid oleh militan ISIS.

Di reruntuhan, masih ada harapan

Mosul

Kota Mosul hancur setelah pendudukan ISIS pada 2014 dan pertempuran pada 2016-2017 untuk merebut kembali kota tersebut. (Reuters)

Para pekerja dengan hati-hati membangun kembali masjid dan gereja. Mereka menggunakan materi asli sebanyak mungkin.

Selain merestorasi Masjid Al-Nouri, UNESCO juga membangun kembali gereja Al-Zaya dan Al-Tahera.

Di lingkungan masjid Al-Saaah, pekerja membangun mortir, ranjau darat, dan beberapa jenazah warga. Militan ISIS menggunakan gereja sebagai benteng selama mereka menguasai Mosul.

Omar Ali, salah satu koordinator UNESCO, mengatakan kepada BBC bahwa masih ada jejak ISIS.

“Anda bisa melihat talinya … kami mendengar berita bahwa mereka menggantung orang di sini,” kata Ali. Mosul mengatakan dia saat ini sedang dalam proses penyembuhan.

Mosul

Pada 2016-2017 pecah perang antara militan ISIS dan pasukan koalisi, yang berakhir dengan pembebasan Mosul. (BBC)

“Kehidupan di sini berangsur-angsur kembali normal,” kata Ali.

READ  Tak hanya Mi10D, Smart TV Xiaomi juga dibandrol dengan harga Rp7,5 jutaan

Pemulihan tempat ibadah di Mosul untuk Pastor Emmanuel Reid Adele merupakan salah satu berita yang menggembirakan.

Dia, bersama dengan beberapa orang Kristen, meninggalkan Mosul untuk membela diri ketika ISIS menguasai kota itu pada tahun 2014.

Pastor Adele kembali ke Mosul dan secara aktif terlibat dalam program pemulihan tidak lama setelah pertempuran berakhir. Gerejanya, al-Bishara, sekarang berfungsi normal.

Paus Francis telah mengumumkan bahwa dia akan mengunjungi Mosul pada Maret 2021. Antara lain, Paus Al-Nouri mengunjungi masjid dan banyak gereja di kota itu.

“Kami sangat senang mendengar Paus Fransiskus akan pergi ke Irak. Kami masih senang Paus berencana mengunjungi Mosul. Ada banyak reruntuhan di kota ini, tapi masih ada harapan di reruntuhan,” kata Pastor Adele. .

“Ada aspirasi dan hidup berdampingan secara damai,” katanya.

(ita / ita)