Desember 2, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Setelah Sambo, Hendra Kurniawan juga membeberkan dugaan keterlibatan Kabarescrim dalam penambangan liar.

Jakarta, KOMPAS. com – Mantan Kepala Biro Keamanan Dalam Negeri (Garo Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (PROBAM) Polri Hendra Kurniawan Kepala Badan Reserse Kriminal membenarkan adanya berita acara pemeriksaan (LHP) dalam kasus dugaan penambangan batu bara ilegal.Cabaretcream) Komjen Pol Agus Andriando.

Menurut Hendra, berdasarkan data yang diterima dari LHP, mantan Kadiv Propam Polri itu menandatangani. Freddy Sambo Pada 7 April 2022, pertunangan Cabarescream diadakan.

“(Keterlibatan cabarescrim) sesuai fakta,” ujar Hendra saat ditemui dalam persidangan di Pengadilan Negeri (BN) Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2022).

Baca selengkapnya: Mantan Kabareskrim, Ismail Bolong mendesak aparat kepolisian mengusut dugaan simpanan tambang ilegal.

Namun, Hendra meminta tim media menanyakan lebih lanjut kepada pejabat Divisi Probham yang saat ini menangani kasus tersebut.

Dia hanya membenarkan adanya LHP yang diduga melibatkan jenderal bintang tiga di Mabes Polri.

“Benar, benar, tanya ke petugas yang bertanggung jawab, datanya ada,” jelas Hendra.

Sebelumnya, mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo buka suara soal dugaan kasus tambang batu bara ilegal yang melibatkan Kabareskrim.

Menjelang akhir penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansya Yoshua Hudabarat, Ferdi Sambo menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan awak media terkait hal tersebut.

Dia membenarkan surat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani pada 7 April 2022 itu terkait Penambangan ilegal Memiliki.

Baca selengkapnya: Kabolri meminta dibentuknya pansus untuk mengusut dugaan penerimaan uang oleh Bareskrim dari tambang liar di Kaltim.

“Suratnya ada,” kata Sampo kepada awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2022).

“Ya, itu benar,” lanjutnya.

Di akhir pidatonya, dia meminta pihak berwenang untuk mengkonfirmasi.

“Tanya ke petugas yang bertugas, suratnya sudah ada,” kata Sambo.

READ  Jangan terima tilang karena melanggar bus, pria ini bahkan meminta polisi berkelahi

Isu tersebut mencuat menyusul pengakuan mantan anggota Polda Samarinda Kaltim itu. Ismail Bolong Komgen, Badan Reserse Kriminal Polri, kepada Agus Andriando mengaku menyetor uang miliaran rupiah.

KOMPAS.com/ARIA RUSTA Yuli PRADANA Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, Rabu (30/3/2022) di Rumah Dinas Bupati Blora saat ditemui kompas.com

Dalam video awal yang beredar, Ismail mengaku menyetor Rp 6 miliar.

Ismail Bolong, yang mengaku sebagai anggota polisi di wilayah hukum Polda Kaltim, mengaku bekerja sebagai pemungut batu bara dari konsesi yang tidak berizin.

Aksi ilegal tersebut disebut terjadi antara Juli 2020 hingga November 2021 di Chandan Ulu, Kabupaten Kuttai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kabupaten Marangau di wilayah hukum Polres Bondang.

Baca selengkapnya: Jawaban Ferdie Sambo soal isu penyetoran dana tambang ilegal ke cabarescream

Dalam kegiatan pemanenan batu bara ilegal, Ismail Bolong memperoleh sekitar Rs. 5 miliar menjadi Rp. Dia mengaku akan meraup untung hingga 10 miliar.

Diakui Ismail, berkoordinasi dengan petinggi Polri, ia membayar tiga kali lipat, yakni pada September 2021 sebesar Rp. 2 miliar pada bulan Oktober, Rs. 2 miliar, dan pada November 2021 sebesar Rp. jumlah 2 miliar.

Namun Ismail kemudian mencabut pernyataannya dan mengklarifikasi dalam sebuah video bahwa dirinya ditekan oleh petinggi Polri untuk membuat video pengakuannya membayar Komgen Agus Andriando.

Dalam video klarifikasinya, Ismail mengaku tidak membayar sepeser pun kepada Cabarescream.

Ia pun mengaku video kesaksiannya soal penyetoran uang ke Bareskrim dilakukan atas tekanan Brigjen Hendra Kurniawan yang merupakan Garo Buminal Probham Polri pada Februari 2022.

Baca selengkapnya: IPW menuduh Ismail Bolong berada di bawah tekanan ketika dia menarik persetujuannya untuk menyetor ke Kabareskrim.

READ  Live Streaming Manchester United vs Watford Liga Inggris, Tayang di SCTV Pukul 22.00 WIB

“Harus saya jelaskan pada bulan Februari ada anggota Mabes Polri datang bersaksi ke Kabarescrim, waktu itu Brigjen Hendra dengan tekanan penuh dari Pak Hendra. Saya hubungi anggota lewat telepon seluler. mereka ke Jakarta kalau saya tidak bersaksi,” kata Ismail dalam video klarifikasi yang dilansir YouTube Tribunnews.com pada 7 November 2022.


Dapatkan pembaruan Berita khusus Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Yuk gabung di grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link nya https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.