Januari 20, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Studi: Kekebalan penyintas Covit-19 terhadap infeksi yang berlangsung selama 8 bulan: Gaya hidup oksazon

kekebalan Govit-19 Berlangsung hingga delapan bulan setelah infeksi. Dengan hasil ini, para peneliti berharap vaksin tersebut menawarkan harapan untuk keamanan jangka panjang.

Studi tersebut dilakukan oleh Departemen Imunologi dan Patologi di Monash University dan Alfred Research Alliance. Para peneliti menemukan bahwa sel B memori “mengingat” virus dan dapat memicu produksi antibodi pelindung jika virus itu muncul kembali.

Studi yang dipublikasikan di MedRxiv, memeriksa 25 pasien Covit-19 dan mengambil sampel darah pasca infeksi dari hari keempat hingga 242. Para peneliti menemukan bahwa antibodi mulai menurun 20 hari setelah infeksi, tetapi sel B memori berbasis virus muncul di tubuh yang terkena hingga delapan bulan.

“Hasil ini penting karena mereka memastikan bahwa pasien dengan penyakit Govit-19 benar-benar memiliki kekebalan terhadap virus dan penyakit tersebut,” kata Menno von Jelm, seorang profesor di Monash University, dikutip dari 9 News.

Studi tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah kandidat vaksin Pfizer mengumumkan bahwa vaksinnya 95 persen efektif dalam mencegah penyakit Pemerintah-19 yang ringan hingga parah.

Penelitian ini merupakan bukti kuat bahwa vaksin Govit-19 bekerja untuk waktu yang lama, dan penelitian sebelumnya menemukan bahwa antibodi menurun dalam beberapa bulan pertama.

Artinya, para penyintas Covid-19 akan segera kehilangan kekebalan terhadap virus tersebut.

Baca juga: Tips Aman Olahraga Agar tidak mudah sakit, nomor 3 sangat penting

“Informasi tentang kekebalan yang menurun dengan cepat di tubuh penyintas Covid-19 sangat gelap. Tapi begitu penelitian ini dirilis, diyakini vaksin akan memberikan perlindungan jangka panjang,” kata Van Zelm.

(DRM)