Februari 26, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Harun melakukan penangkapan atas pencopotan presiden

Jakarta, CNN Indonesia –

Ahli hukum tata negara Harun Ikut serta dalam mengomentari laporan humanis Emha Ainun Natjib Ayam adalah seorang biarawati Mengenai upaya menggulingkan presiden jika Indonesia sudah dalam keadaan darurat. Cock Nun berbicara seperti itu di tahun 2018.

Pernyataan Gog Noon dikritik karena “mengecewakan”, dan dia berani berbicara tentang upaya untuk menggulingkan presiden saat ini.

“Jadi, sebagai intelektual, sebagai kemanusiaan, saya memahami bahwa Gog Nan memiliki kekacauan, kegugupan, kemarahan pada pemerintahan saat ini,” kata Rifle, Rabu, mengutip kanal YouTube Rifle Harun (17/2).


Tersangka Gok Nan tidak puas menjalankan pemerintahan ketika laporan itu dirilis. Atas dasar ini, kata Ripley, Kak Nun mengkritik dan berbicara tentang pemecatan presiden.

“Mungkin menurutnya dia tidak puas dengan rezim yang ada sekarang,” ujarnya.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Nyla Al Hasnah yang diunggah pada 15 Januari 2018, Gokun sepakat mencopot presiden saat ini jika keadaan menjadi darurat.

Awalnya Gokun menjelaskan bahwa dirinya mencintai Indonesia. Namun pada saat itu, Cock Nun mengembangkan analogi hubungan romantis yang naik turun, seperti seseorang yang ‘gila’ dengan pasangannya.

“Sebenarnya, mulai tahun ’98, saya panik dan sangat kesakitan, tapi saya tetap menyukainya,” kata Cock Nunn dalam video tersebut.

Harun Gok Nan menilai pencopotan presiden saat ini karena didasari kekecewaan (CNN Indonesia / Safir Maki)

Cock Nun, salah seorang yang membantu menggulingkan Presiden Sohardo pada 1998, kemudian mengaku. Tidak mungkin dia akan kembali melakukan ini jika terjadi keadaan darurat di Indonesia.

“Saya ingin melakukannya lagi suatu hari nanti. Jika keadaan darurat saya akan mengirimkannya kembali (kepada presiden),” kata Cock.

READ  Memahami pentingnya imunisasi bagi tubuh

Pada 1998, Cock Nun mengaku kecewa dengan gerakan reformasi Sikh yang akhirnya menggulingkan Soeharto. Ia mengatakan Indonesia semakin rusak sejak memasuki era reformasi.

“Saya bukan politisi, saya tidak sedang mencari pekerjaan, tapi saya serius Untuk turun Sohardo. Ternyata reformasi tidak terjadi. Itu jauh lebih rusak sekarang daripada pada masa Bach Harto. Kalau mau bicara terbuka, ”ujarnya.

“Saya tidak setuju dengan NKRI hari ini, presiden tidak setuju, organisasi tidak setuju. Awalnya tahu, tapi saya sayang,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa dia mengembangkan banyak teori atau film yang sangat bagus untuk kemajuan suatu negara. Namun, dia ingin diam, tapi tidak mengimplementasikan idenya.

“Saya punya teori berbeda, banyak sekali. Tapi karena saya tidak butuh Indonesia, saya tenang. Tapi saya cinta kamu, dari kejauhan saya cinta kamu,” ujarnya.

Mengenai pernyataan suster itu, CNNIndonesia.com Juru bicara Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan, termasuk Fatjroyal Rachman, meminta jawaban. Namun, hingga tulisan ini dibuat, Fadzirol belum menanggapi pertanyaan tersebut.

(dmi / bmw)

[Gambas:Video CNN]