Komite Tari DKJ Siapkan Masa Depan Koreografer Muda Lewat ChoreoLab

Ada 8 koreografer yang diampu melalui kegiatan Focus Group Discussion.

Portal Teater – Komite Tari Dewan Kesenian berkomitmen memperkuat dan mengembangkan masa depan gagasan dan penciptaan karya pertunjukan tari bagi koreografer-koreografer muda yang ada di Jakarta.

Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas ChoreoLab kepada para koreofrager muda yang dinyatakan lolos seleksi Jakarta Dance Meet Up (JDMU) tahap reguler yang sebelumnya diadakan pada 23-26 Agustus 2019.

Platform ini memungkinkan koreografer dan grup-grup tari tersebut mendapatkan pandangan-pandangan baru dalam menciptakan karya dari narasumber yang beragam, tak hanya dari dunia tari, tetapi juga dari disiplin seni lainnya.

Keberbagaian cara melihat yang terdapat dalam berbagai disiplin seni itulah yang diharapkan memunculkan gagasan penciptaan baru di ChoreoLab.

Pada akhirnya, dapat dijadikan model-model produksi dalam karya-karya para koreografer.

FGD Selama Tiga Bulan

ChoreoLab telah diadakan sebanyak tiga kali dalam tiga bulan terakhir, yaitu sejak September-November. Adapun model kegiatan selama ChoreoLab adalah Focus Group Discussion (FGD).

Pada September, Komite Tari DKJ mengadakan FGD tentang gagasan dan konsep karya, di mana hanya dihadiri oleh koreografer dan membawa gagasan karya baru
FGD tentang proses penciptaan karya.

Kemudian pada Oktober, FGD diadakan untuk membahas tentang struktur karya, di mana setiap koreografer mempresentasikan progress karya (dengan penari) dan diskusi tentang skenografi, artistik panggung, musik, kostum, lighting.

Akhirnya, pada November ini setiap koreografer mempresentasikan progress karya (dengan penari) dan melakukan diskusi dalam kegiatan bertajuk JDMU Selection.

Event ini digelar sepanjang 15-16 November di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dengan menghadirkan delapan koreografer muda terpilih.

Tim pakar yang dihadirkan selama FGD antara lain: Yola Yulfianti dan Rusdy Rukmarata (Komite Tari DKJ), Hartati dan Josh Marcy (Eksekutive Board) dan Fariq Alfaruqi (Pengamat JDMU/Penulis Buku).

Sementara itu, pemateri tamu FGD ChoreoLab, yakni: Yola Yulfianti (Gagasan dan Konsep Karya), Rusdy Rukmarata (Gagasan dan Konsep Karya), Heru Joni Putera (proses penciptaan karya), Iskandar Loedin (Skenografi dan artistik panggung), Anusirwan (Musik Tari) dan Otto Sidharta (Musik Tari).

Tentang JDMU Selection

JDMU Selection pada prinsipnya tidak hanya memperkuat jejaring antar komunitas yang sudah terbentuk, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan kerja-kerja di belakang layar, proses kreatif, dan sebagainya.

Aspek-aspek yang berkaitan dengan pendalaman materi, penguatan konsep, pengujian gagasan, manajemen produksi dan sebagainya, mendapat tempat yang lebih banyak dan lebih kompeten.

Adapun beberapa capaian JDMU Selection, antara lain sebagai berikut:

  • Setiap komunitas tari diharapkan mendapatkan tantangan-tantangan baru dalam membuat karya, baik tantangan sebagai hasil dari pertemuan antar komunitas ataupun tantangan yang datang dari pandangan luar dunia tari
  • Setiap komunitas tari diharapkan mendapatkan berbagai wawasan terkait seni pertunjukan dari narasumber yang berasal dari luar dunia tari
  • Setiap komunitas tari diharapkan mendapatkan stimulus, masukan, saran, kritik, dan sebagainya, dari berbagai pihak terkait gagasan penciptaan yang ditawarkan masing-masing komunitas
  • Setiap komunitas tari diharapkan mempunyai konsistensi yang lebih kuat dalam menghadapi dunia tari ke depannya dengan cara tetap menyeimbangkan antara usaha mencari hal-hal baru dan usaha melakukan pembacaan terhadap khazanah tari sebelumnya
  • Setiap komunitas tari dapat memunculkan gagasan yang segar dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penciptaan tari selanjutnya.

*Daniel Deha

Baca Juga

Penyebaran Virus Corona di Indonesia Terus Meluas

Portal Teater - Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia terus meluas sejak pertama kali teridentifikasi melalui dua pasien di Depok, Jawa Barat, awal Maret...

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

31 Film Hollywood Terdampak Virus Corona

Portal Teater - Hollywood sebagai simbol bisnis hiburan terbesar dunia sepenuhnya merasakan efek pandemi virus corona (Covid-19) yang kini sedang melanda dunia. Setidaknya ada 31...

Terkini

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Merayakan Hari Teater Dunia Di Tengah Corona

Portal Teater - Keprihatinan yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh rekan teater Indonesia yang sejak Februari 2020 harus membatalkan atau mengundurkan waktu pertunjukkan. Hal itu...

Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Portal Teater - Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut...

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...