Mei 12, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Pada Senin (23/3/2015) gugusan bintang terlihat di depan Bibir Kaldera Gunung Nusra Tenkara, Dombu, Gunung Tambora.  Kaldera berdiameter 7 kilometer, terbentuk pada tahun 1815 sebagai akibat dari letusan besar.

Nama bintang dalam Alquran dan definisinya. Halaman Semua

KOMPAS.com- Bintang Referensi umum untuk benda langit yang bersinar di langit malam. Di Astronomi Dunia Islam, namanya banyak sekali Bintang Di al Quran.

Secara astronomis, tidak semua benda langit yang bersinar di langit malam adalah bintang karena dari waktu ke waktu planet juga berpijar di langit malam.

Namun menurut Alquran, apa definisi bintang dalam Islam, berapa banyak bintang yang disebutkan di dalamnya, dan apakah itu?

Menanggapi hal tersebut, Jateng Marufin Sudipio, konsultan sekaligus asisten Dewan Riset Ilmiah Kompong (FKIF) dan Dewan Riset Ilmiah (MKF) Falk Kepuman, mengatakan, Alquran sebenarnya tidak memiliki angka dan definisi yang jelas. ‘SEBUAH.

“Alquran tidak menyebutkan jumlah bintang, juga tidak menjelaskan nama-namanya,” kata Marufin Compass.com, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Pelajari tentang Sirius, satu-satunya bintang yang disebutkan dalam Alquran

Namun, seperti yang dijelaskan Morfin, kosakata bintang pada umumnya dibagi menjadi dua. Bintang tunggal pertama atau Najm. Yang kedua disebut kelompok atau pluralitas bintang Galaksi.

“Kata ini harus dibedakan dari bintang jatuh (syihab) Mereka adalah meteor dan bintang tajam (najm tsaqib) Berhubungan dengan komet, “katanya.

Tahu Bintang dalam AlquranReferensi dan penjelasan kosakata bintang-bintang dalam Alquran adalah sebagai berikut:

1. Bintang tunggal (Najm)

Nama bintang Ini disebutkan dalam Surah An-Najm sebagai Bintang Tunggal dalam Alquran.

Baca juga: Cari tahu tentang Aldebaran, bintang paling terang di konstelasi Taurus

Dalam surah ini, ada bintang yang disebutkan secara langsung dan spesifik, dan itu adalah satu-satunya bintang yang disebutkan dalam Alquran. Bintang yang dimaksud adalah bintang Sierra.

Disebabkan oleh Beri nama bintang Itu adalah satu-satunya bintang dalam Alquran. Referensi ke bintang Shira ditemukan dalam ayat 49 Surah An-Najm.

READ  4 Cara Membuat Tanaman Hias Adenium Semakin Cantik, Diantaranya Menggunakan Sampah Dapur

Allah Subanahu wa Taala Mengatakan:

Wa Annahu Hua Robusi-Siaru.

“Sesungguhnya Dia adalah Bintang (Dewa) Sierra” (QS. A Najm 53: Ayat 49) “.

Berdasarkan uraian Dr. Zainal Arif Zakaria tentang inspirasi dari Abdullah Yusuf Ali, Dr. Ait al-Qarni, dan Syekh M. Siarawi, nama bintang tersebut adalah Sierra atau Bintang Sirius, Yang tercantum dalam Al-Qur’an, adalah bintang yang disembah orang Arab dalam kebodohan.

Baca juga: 5 fakta Bintang Regulus di konstelasi Leo akan terhubung dengan Bulan malam ini

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Pada Senin (23/3/2015) gugusan bintang terlihat di depan Bibir Kaldera Gunung Nusra Tenkara, Dombu, Gunung Tambora. Kaldera berdiameter 7 kilometer, terbentuk pada tahun 1815 sebagai akibat dari letusan besar.

Orang Arab yang bodoh menyembah bintang tunggal Sierra sebagai dewa yang kuat. Namun, pada kenyataannya dia adalah yang disebut dewa dengan bintang Sierra atau bintang Sirius.

Menurut data resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LABAN), Sirius adalah bintang paling terang di langit malam. Nama Sirius berasal dari bahasa Yunani, Serius Yang artinya ‘bersinar’.

Bintang jenis ini terletak di konstelasi Canis Meyer (Anjing Besar). Bintang Sirius Itu juga salah satu bintang yang dianggap penting bagi peradaban Mesir kuno dan Semenanjung Arab pada umumnya, karena mewakili banjir tahunan Sungai Nil.

Nama Asi-Sira (Sai-Ra) dalam Alquran kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Ashtress Sebagai nama alternatif untuk bintang Sirius.

Galaxy (Galaksi) Disebutkan dalam dua bab dalam Alquran sebagai berikut.

Baca juga: Fosfor, senyawa penting dalam kehidupan, ditemukan di gugus bintang

1. Surat Al-Hijr Ayat 16

Allah Subanahu wa Taala Mengatakan:

Kami punya burujaw fiz-sama-i, kami punya Lin-Nazirin.

“Tentu saja, kami menciptakan Konstelasi Buat langit dan orang yang melihatnya terasa indah, “

READ  Kovit-19 Reaktif Tiga pemain Timnas U-19 Indonesia batal berangkat ke Spanyol

(QS. Al-Hijr 15: Ayat 16)

Berdasarkan uraian Dr. Zainal Arif Zakaria tentang inspirasi dari Abdullah Yusuf Ali, Dr. Ait al-Qarni, dan Syekh M. Siarawi

Dalam bukunya, Dr. Zainal menjelaskan dan memasukkan ayat 16 dalam Surat Al-Hijr tentang maksud kekuasaan Tuhan atas alam semesta.

Baca juga: Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Bintang Mati?

Tafsir ayat tersebut tertulis bahwa dialah pencipta pengaturan yang luar biasa dan indah ini, dan hanya dialah yang berhak disembah.

2. Surat Al-Furqan Ayat 61

Allah Subanahu wa Taala Mengatakan:

Tabarokallasi jala fis-sama-i burujav wa jala faiha siruja wa komarom muniru.

“Puji Tuhan yang menciptakan langit dan matahari, dan yang membuat matahari dan bulan bersinar.”

(QS. Al Furqan 25: ayat 61)

Dalam kitab tafsir Alquran yang sama, ayat di atas tidak hanya menjelaskan keberadaan bintang-bintang, tetapi juga jutaan kekuatan Allah yang masih tersebar setiap detik di alam semesta ini makhluk hidup, ini menjadi pedoman untuk beriman Berbuat baik.

Baca juga: Perpaduan Langit Malam, Pollux Bintang Raksasa Merah, dan Bulan