Mei 14, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Apple AirTake muncul mulai 2019 dan seterusnya

Suara.com – apel AirTake meluncurkan pelacak bulan lalu. Pelacak ini berfungsi untuk mendeteksi item yang ditautkan ke AirDac.

Namun, Apple sebenarnya telah mengirimkan AirTake pada 2019. Hal tersebut terungkap melalui video di channel YouTube ZONEofTech, di mana kedua kreator tersebut memperlihatkan sekotak perangkat yang ditulis pada tahun 2020 dan 2019.

Minggu (2/5/2021), menurut laporan arena telepon Apple AirTake Telah dikembangkan sejak April 2019. Perangkat tersebut kemudian diuji oleh Federal Communications Commission (FCC) pada Juli dan November 2019.

Dengan inovasi ini, Apple AirTake akan diluncurkan dengan iPhone 11 pada akhir 2019. Bahkan, Apple memilih untuk menunda perilisannya hingga April 2021.

Baca juga:
Diluncurkan secara resmi, ID Wajah dapat dibaca bahkan dengan topeng iOS 14.5

Logo Apple. [Pexels/Pixabay]

Ada beberapa teori mengapa Apple menunda rilis perangkat. Pertama, Pelacak tidak berfungsi karena beberapa iPhone tidak memiliki chip U1 pada saat itu.

Chip U1 dianggap sebagai teknologi ultra-whiteband (UWP) untuk mendeteksi perangkat lain yang dilengkapi U1 seperti airtake. Sejak munculnya iPhone 12, hanya AirTake yang bisa digunakan karena sudah ada teknologi UWB.

Kemungkinan lainnya adalah Apple tidak mau menjadi korban gugatan. Sebelumnya, Apple memperkenalkan aplikasi pelacakan bernama Find My Apple, yang membantu menemukan perangkat yang hilang.

Apple kemudian membuka jaringan untuk perusahaan pihak ketiga sebelum memperkenalkan perangkat AirTake. Jika masih ditawarkan pada 2019, Apple akan dituding sebagai perusahaan anti persaingan.

Baca juga:
Apple menolak paket koneksi iPad dan Mac

READ  Barcelona vs Juventus - Birlow setuju dengan Goman tentang perbandingan antara Ronaldo dan Messi