Mei 12, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

planet ekstrasurya

Berbagai Hujan Ajaib di Planet Lain: Batu Hujan untuk Berlian

Jakarta

Planet Hujan turun untuk yang lainnya. Namun karena cuaca dan atmosfer yang berbeda, hujan di planet lain tidak menghasilkan air seperti Bumi. Batuan, asam sulfat, dan bahkan berlian adalah planet hujan.

Ada banyak planet di alam semesta, tetapi beberapa di antaranya telah diteliti dan terbukti sebagai hujan. Apa pun? Berikut beberapa planet lain selain bumi hujan Treehacker, Selasa (13/4/2021).

exoplanet Foto: Treehacker

COROT-7b

Tidak kalah dengan planet-planet di tata surya, exoplanet juga mengalami hujan, salah satunya adalah COROT-7B. Planet ini Planet Batu seperti bumi. Namun karena begitu berbatu, hujan di planet ini berupa kerikil kecil.

COROT-7b mengandung pengendapan batuan karena atmosfer planet terdiri dari batuan, antara lain besi, natrium, silikon monoksida, dan kalium.

Temuan Tanda kehidupan di Venus, kesalahan pengukuran?Foto: DW SoftNews

Venus

Venus sering disebut kembaran bumi karena banyaknya kemiripan di antara keduanya. Namun kenyataannya, cuaca Venus sangat berbeda dengan Bumi, termasuk hujan.

Planet ini adalah yang terpanas di tata surya. Akibat cuaca tersebut, hujan di Venus tidak berupa air bersih, melainkan hujan asam. Ini karena awan Venus mengandung banyak asam sulfat.

Lebih parah lagi, suhu di planet Venus rata-rata 462 derajat Celcius. Dengan temperatur setinggi itu, cairan apapun akan menguap sebelum mencapai permukaan, termasuk hujan asam.

planet ekstrasuryaFoto: Treehacker

Titan

Ada gunung berapi di Titan. Selain itu, satelit Saturnus ini memiliki hujan dalam bentuk cair. Tapi sekali lagi, hujan bukanlah air murni, melainkan metana cair.

Hujan ini akan melembabkan permukaan Titan dan membentuk danau metana. Namun karena suhunya yang begitu dingin hingga minus 179 derajat Celcius, danau metana ini menguap dalam waktu yang singkat. Hujan metana di Titan jarang terjadi, tetapi hanya sekali setiap 1.000 tahun.

READ  NASA memilih SpaceX untuk program mengirim astronot ke bulan
planet ekstrasuryaFoto: Treehacker

HD 189733 b

HD 189733b berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi. Planet Hujan berupa benda kaca yang sangat berbahaya. Selain pecahan kaca yang tajam, kecepatan angin di planet ini juga sangat tinggi. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya planet ini bagi manusia saat hujan. Bahkan tanpa hujan kaca, planet ini tetap berbahaya.

HD 189733b terletak sangat dekat dengan bintang induknya, menghasilkan suhu yang sangat panas 900 derajat Celcius. Karena suhu yang begitu tinggi, tidak mungkin manusia bisa tinggal di sana.

NeptunusFoto: Tech Times

Neptunus dan Uranus

Mungkinkah ada hujan berlian? Tampaknya tidak mungkin, tetapi itu benar di Neptunus dan Uranus. Mereka berdua adalah ‘raksasa salju’ di tata surya. Disebut demikian karena dua lapisan luar Neptunus dan Uranus tersusun dari senyawa yang mengandung hidrogen dan helium.

Warna biru kedua planet tersebut disebabkan oleh jejak metana yang mengelilingi atmosfernya, yang menunjukkan adanya es dingin di dalamnya. Para ahli percaya bahwa panas dan suhu di bawah permukaan lapisan es memecah hidrokarbon. Dengan cara ini, karbon dikompresi menjadi intan dan tenggelam lebih dalam ke tengah Planet.

Tonton videonya “Rusia dan China bekerja sama untuk membangun stasiun di bulan
[Gambas:Video 20detik]
(rns / fay)