Maret 3, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Meteor menghantam rumah warga di Lampung Tengah.  Peneliti Itera Lampung telah memastikan bahwa batuan ini adalah sebongkah meteorit yang masuk ke atmosfer bumi.

Demikian persamaan dan perbedaan meteorit yang jatuh di Lampung, Pali, dan Thapanuli Tengah.

KOMPAS.com- Para ahli menyebutnya begitu Peristiwa Meteor Falls dari Lampung, Hampir seperti yang terjadi Polly Dan Kelapa Tapanuli.

Beberapa hari lalu, hantaman meteorit setelah suara keras mengguncang warga Desa Mulyodadi, Tusun 5 Astomulio, Kecamatan Pungur, Lampung Tengah.

Meteorit tersebut ditemukan di dapur Munchila, 60 tahun, seorang warga setempat, pada Kamis (28/1/2021).

Sebelumnya, banyak warga Bulelang, Bali, melaporkan jejak cahaya di langit dan terdengar jernih pada 24 Januari 2021 pukul 11.00 WITA.

Baca juga: Laban menduga ledakan di Bali itu berasal dari meteorit yang jatuh

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LABAN) menduga kuatnya kebangkitan kota Bali adalah meteorit yang jatuh. Meski meteorit penyebab ledakan belum ditemukan.

Astronom amatir Indonesia Marufin Sudipio mengatakan pada 24 Januari 2021, sebuah meteorit jatuh di Lampung, setara dengan kecelakaan yang diyakini pernah terjadi di Bali.

Namun, ternyata meteorit yang menimbulkan suara keras itu bukanlah satu-satunya kejadian yang terjadi. Sebelumnya berlangsung pada 1 Agustus 2020 di Tabanuli Tengah.

Baca juga: Meteor Terjun di Rumah Warga Para astronom menyebutnya hanya setahun sekali

Sebagai informasi, jatuhnya meteorit di Tapanuli Tengah pada tahun 2020 itu diperoleh atas nama Joshua Hudakalung (33), warga Dusun Sitahan Barat, Desa Sadahi Nulli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dimana, pada Sabtu (1/8/2020) sekitar pukul 16.00 WIB Joshua sedang bekerja membuat peti mati saat mendengar suara gemuruh dari atas langit meski cuaca cerah.

Tak lama kemudian, Joshua dikejutkan oleh suara meteorit yang menghantam sebagian rumahnya, dimana akhirnya dia menemukan batu seberat 2,2 kg dan menguburnya sekitar 15 cm di bawah tanah.

Baca juga: Benda Langit Super Terang Melintasi Jawa Tengah, Apakah Meteorit Jatuh?

Dermaga. Humas Itera Lampung Meteor menghantam rumah warga di Lampung Tengah. Peneliti Itera Lampung telah memastikan bahwa batuan ini adalah sebongkah meteorit yang masuk ke atmosfer bumi.

READ  Kabinet baru Joe Biden, penjelasan singkat tentang pejabat terpilih

Kemiripan jatuhnya meteorit di Indonesia

Kejadian tabrakan meteor di tiga tempat yang biasa terjadi, yaitu meteorit berukuran besar.

“Semuanya adalah hasil meteorit besar (diameter lebih dari 1 meter) yang memasuki atmosfer bumi,” kata Marufin. Compass.com, Senin (1/2/2021).

Kemudian, meteorit besar jatuh di bawah tekanan ram yang diciptakan oleh masuknya massa meteorit ke lapisan udara yang padat.

Jadi, pada satu titik, biasanya pada ketinggian 30 sampai 40 km di atas permukaan bumi, terjadi depresi maksimum, yang mengakibatkan meteor melepaskan hampir semua energi kinetiknya menjadi peristiwa mirip ledakan di udara.Semburan udara).

Airburst menemukan bahwa massa meteorit adalah pecahan dengan berbagai ukuran dan partikel halus.

“Sebagian kecil dari pecahan tersebut kemudian akan mendarat di Bumi sebagai meteorit,” katanya.

Baca juga: Menemukan meteorit paling terang di balik Politeknik misterius

Perbedaan meteorit jatuh di Indonesia

Pada sebuah acara di Tabanuli Tengah pada tahun 2020, meteorit yang jatuh itu adalah meteorit karbon-kondritik, meteorit aerolit yang kaya karbon.

Tiga meteorit ditemukan di daerah yang disebut wilayah elips StranfieldYang membentang hingga 8 km tenggara desa Kolang.

“Pada peristiwa 2021, meteorit tersebut tidak ditemukan karena sebagian besar jatuh ke laut atau wilayah yang tidak berpenghuni,” jelasnya.

Sedangkan kejadian Meteor Falls Lampung pada tahun 2021 dan meteoritnya adalah meteorit cyterolite.

Sejauh ini, dua meteorit telah ditemukan, dan mungkin masih ada lagi Stranfield Itu meluas ke utara dari desa Astomulyo.

Baca juga: 12 hujan meteor yang dapat diamati dari langit Indonesia sepanjang tahun 2021