Portal Teater – Garapan Anka Adika Production (AAP) berbasis pada tradisi longser, yaitu teater tradisi Jawa Barat yang dikolaborasikan dengan trend masa kini (terjadi lompatan dari tradisi ke modern) baik dalam tarian, nyanyian atau lagu-lagu, konten/isi cerita maupun unsur penunjang lainnya, agar lebih kreatif, inovatif dan atraktif sesuai dengan era Revolusi Industri 4.0.

Pada pagelaran Pekan Teater Nasional 2019, AAP mementaskan “Sangkuriang Si Kabayan” pada Kamis (26/9), pukul 20.00 WITA di Taman Budaya Kalimantan Timur.

Kisah ini hanyalah sekedar canda, tidak bermaksud merusak legenda aslinya. Namun ingin membuat makna baru dari legenda Sangkuriang ke dalam versi komedi.

Lakon ini berkisah tentang Si Kabayan dan Neng Iteung yang merantau ke masa lalu, menembus waktu menjelajahi jaman untuk mengetahui kisah asli Sangkuriang.

Si Kabayan dan Neng Iteung (pasangan suami-istri) bertemu dengan Sangkuriang mereka pun mengikuti kisah perjalanan Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Namun mereka kecewa karena kisah yang mereka tahu dari legenda berbeda jauh dengan kenyataan yang mereka saksikan, tapi itulah kisah lucu/banyolan yang penuh dengan imajinasi.

Pilihan tema tetap menghadirkan cerita legenda tatar sunda Jawa Barat, di mana dalam “Sangkuriang si Kabayan” ini mengisahkan terciptanya Danau Bandung, Gunung Tangkuban Perahu, Sangkuriang serta ibunya Dayang Sumbi.

Untuk membangun keterlibatan apresiator dalam berpikir kritis serta memberikan pesan moral, maka cerita sedikit dibalik, baik dalam tokoh Sangkuriang – Dayang Sumbi, Si Kabayan – Neng Iteung, maupun dalam simbol-simbol tertentu.

Anton Yustian JR. -Dok. APP
Anton Yustian JR. -Dok. APP

Identik dengan Anton Yustian JR

Anton Yustian Jr mengawali proses berkesenian di Teater Bel Gelanggang Generasi Muda, lalu melanjutkan pendalaman Teater di STSI Bandung tahun 1980-an (tidak tuntas).

Anton telah akrab dengan dunia panggung pertunjukan, khususnya teater.

Melalui teater itulah, karya-karyanya bermunculan tidak hanya di panggung, tetapi juga di berbagai media dan televisi. Banyak penghargaan diraih tapi yang paling berkesan menurutnya adalah penghargaan dari Jenderal Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta.

Anton dengan AAP-nya mendapat lima piala penghargaan sekaligus sebagai Sutradara Terbaik, Cerita Terbaik, Artis Terbaik, Artistik Terbaik dan Grup AAP Terbaik pada Festival GKJ Award tahun 2003.

Belakangan, ia kerap menjadi instruktur, kurator dan juri pada festival baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kini, dalam sakitnya ia tetap berkarya, karena menurutnya, karya tidak akan pernah mati justru akan terus hidup ketika bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.

Adalah motivasi terbesar untuk Anton Yustian JR ketika Kota Bandung memberikan Gelar Anugerah Budaya 2018. Kini Kemendikbud mensejajarkan bersama kelompok hebat lainnya di Indonesia dalam PTN 2019.

Tentu saja hal ini menjadi motivasi terbesar AAP, selain PTN 2019 itu sendiri memiliki tujuan yaitu pembentukan karakter nasional melalui hubungan dialogis warisan tradisi dengan lingkungan masakini.

Kru dan pemain APP. -Dok. appbdg.blogspot.com
Kru dan pemain APP. -Dok. appbdg.blogspot.com

Tentang AAP

Anka Adika Production adalah organisasi masyarakat pertama di Indonesia yang secara konsisten selama 22 tahun turut serta membantu pihak sekolah dalam hal ketersediaan materi pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik.

Alasan itulah Dinas Pendidikan memberikan dukungan sebagai lembaga resmi melalui SK, Depdiknas No.1933/102.11/KS/1997.

Lalu 10 tahun kemudian legalitas ditingkatkan menjadi Yayasan AAP, dengan Notaris No.69 tgl 29 Juni 2007 Wiratni Ahmadi SH.

Untuk merealisasikan tiga konsentrasi AAP, yaitu Pendidikan, Seni dan Budaya, maka selain aktif pertunjukan Drama Musikal, AAP juga berperan serta dalam berbagai kegiatan seperti pelatihan, diskusi, seminar, workshop dan TOT (Training of Trainner).

Bentuk-bentuk program ini dilakukan, baik di lingkungan kota/kabupaten maupun kerjasama dengan provinsi lain di Indonesia.

Pentas "Nyi Dasima" oleh Anka Adika production di Bandung. -Dok. antarafoto.com
Pentas “Nyi Dasima” oleh Anka Adika production di Bandung. -Dok. antarafoto.com

Tim Kerja

  • Sutradara: Anton Yustian JR
  • Penata Musik: Tendy
  • Pemusik: Reddy dan Rifandi
  • Sangkuriang Kecil: Altruzuma
  • ADP Sangkuriang Besar: Adika Ahad
  • ADP Dayang Sumbi: Yunita Lestian
  • Kabayan: Asep Ridwan
  • Nyi Iteung: Sani Rohaeni
  • Team Kreatif: Syaiful Ma’arif, Febian Nurul, Wilma, Adham Bangkit, Frizsky, Raiza, Robi Solihin, Harisa, Achonk, Shena, Dany Pab, Nurul Adilah, Iwan Irawan, Tatang Kusmayadi. SE,MSi.
  • Pimpinan Produksi: Ade Kurniasih,SE,MSi

*Naskah ini diadaptasi oleh Anton Yustian JR dan disunting seperlunya oleh Redaksi; diambil dari Katalog Pekan Teater Nasional 2019 di Samarinda, 20-26 September.