Cluster Petampuran & Mega Clouds, Mengapa Pelacakan Dicegah?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pada rapat koordinasi Pokja Govt-19 dengan stakeholders, temuan lapangan mengungkapkan adanya upaya untuk mencegah aparat melakukan hal tersebut. Pelacakan (Pelacakan) dan Pelacakan Pada cluster tertentu (tracking) termasuk cluster Pettahburan (Jakarta Barat) dan Mega Mendung.

Cluster Petampuran di Jakarta Barat dimulai dengan Habib Risik Shihab (HRS) pada Selasa (10/11), sedangkan acara HRS berlangsung pada Jumat (13/11) di Pokorin Mega Mendung. Dua acara imam besar Front Pembela Islam (REIT) Ini memicu kerumunan massa.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta mempresentasikan data terkini terkait perkembangan terkini Govt-19 di wilayah tugasnya masing-masing, terutama yang terjadi di cluster khusus.


Laporan peserta pertemuan menyebutkan bahwa di Petampuran dan Mega Mendung, petugas kesehatan masih kesulitan menemukan mereka.

Foto: Habib Risik Shihab menyapa para pendukungnya di area slip (CNBC Indonesia / Muhammad Sabki)
Habib Razik Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FBI), saat keluar dari Jalan Tol Crocol-Slippy Jakarta, Selasa (10/11). Pelacakan CNBC Front FBI Indonesia sudah bisa melihat penggunaan mobil Pajero dengan nomor polis P1 FBI. Ia pun melambai kepada warga menunggu kedatangannya. Pemantauan lalu lintas terlihat pada kondisi lalu lintas saat HRS tiba di area exit Tol Slippy. Rombongan Habib Rishik langsung menuju Pettahburan, Dhana Abang di Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia / Mohammed Sabki)

“Mereka dilarang melakukannya Pelacakan Dan Pemantauan, ” Tuliskan hasil Rapat Koordinasi Pokja Covit-19 pada Minggu (22/11/2020) dalam keterangan resmi yang dikutip oleh CNBC Indonesia..

Oleh karena itu, ke depan diharapkan Satgas Govt-19 Pusat tidak hanya menyediakan fasilitas kebersihan dengan tambahan kain tetapi juga memberikan dukungan agar mereka bisa masuk ke klaster-klaster yang dicurigai akan berubah menjadi transfer center.

READ  Honda sangat ingin menunggu kesembuhan Marquez

Untuk Mitra Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain DKI Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan Jabar dan Ponton, unsur Satgas di beberapa kabupaten / kota di Jabar dan Ponton, serta Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Jakarta.

Pembahasan rapat koordinasi difokuskan pada upaya Pelacakan, pelacakan Dan Pengobatan Lebih dari banyak titik keramaian. Beberapa diantaranya ada pada rapat Omnibus La Demo RUU Cipta Lapangan Kerja, setelah liburan panjang menjemput HRS di bandara Sokarno-Hatta, terakhir pertemuan di Debt, Mega Mendung dan Pettamburan.

Tentang kesulitan ini, ketua satuan tugas Govt-19, Letnan Jendral DNI Tony Monardo, Yang sangat menyadari kesulitan yang dihadapi di lapangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para petugas di bidang ini.

Tony mengatakan kesediaan masyarakat untuk menyapu bersih sangat dibutuhkan, terutama saat liburan, bagi mereka yang hadir dalam rapat, termasuk demo omnibus legal RUU penciptaan lapangan kerja.

“Uji swap di Puskasmas gratis,” ucapnya.

Tony juga berharap adanya dukungan dari tokoh masyarakat di masing-masing daerah, termasuk tokoh RT dan RW.

“Misalkan kita mulai dengan keluarga inti yang positif dan melakukan uji coba massal. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai pertukaran Covit-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik dan harmonis. Semuanya harus dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi,” kata Tony. Kata.

Ia mengimbau kepada para pimpinan daerah, termasuk seluruh gubernur, untuk menantikan pertemuan tersebut karena adanya kegiatan sosial keagamaan yang bisa berlangsung di daerahnya.

“Berhenti dari usia muda dan jangan biarkan aktivitas crowdfunding yang melanggar etika kesehatan terjadi,” kata Tony.

Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Tony pun menghimbau mereka untuk menjadi panutan dalam penerapan etika kesehatan.

READ  Dua gol United di Chelsea Lipas Newcastle tanpa jawaban: Bola Okason

“Covit-19 itu nyata, bukan insinyurnya. Ada ribuan korban, termasuk tenaga medis. Kami sudah bekerja keras selama delapan bulan untuk mengontrol penyebarannya. Tolong jangan menipu kerja keras kami selama ini,” kata Tony.

Dalam menegakkan moralitas publik melalui penggunaan etika kesehatan, Tony kembali menegaskan prinsip “non diskriminasi”.

Dalam penanggulangan bencana negara tidak menawarkan perlakuan yang berbeda untuk jenis kelamin, ras, agama, ras dan aliran politik apapun.

“Salas Babuli Suprema Lex. Perlindungan rakyat adalah hukum tertinggi. Itu kebijakan kami,” kata Tony.

Pernikahan Putri Habib Rishik (Ari Sabutra / Deticom)Foto: Pernikahan Putri Habib Rezik (Ari Sabutra / Teticom)
Pernikahan Putri Habib Rishik (Ari Sabutra / Deticom)

Pettampuran

Selain itu, Tony menekankan kepada petugas satgas Govt-19 Wilayah Melanjutkan kerja keras untuk mendeteksi peristiwa positif dan melakukan isolasi langsung di area yang ditentukan untuk orang yang tidak menunjukkan gejala (OTG) Dan siapa gejalanya.

Berdasarkan Pelacakan, pelacakan, Dan Uji Penting dalam mendeteksi (menguji) penyebaran kasus Govt-19 Dengan demikian Indonesia bisa bertahan Govt-19.

Dia meminta masyarakat untuk bekerja sama atas nama martabat manusia dan meminta pihak berwenang untuk mengambil pendekatan perdamaian.

Memulai Dengan pelacakan dari kepala desa Pettampuran. Juga tes massal dari semua keluarga inti positif, ”katanya Tony.

“Untuk positifnya, pemerintah memberikan fasilitas isolasi mandiri. Jangan ragu mengikuti tes dan jangan takut jika positif,” ujarnya. Tony Siapa Ketua Organisasi Manajemen Bencana Nasional (NDMA)BNPP) Ini.

[Gambas:Video CNBC]

(Sampai jumpa)


More from Jannigje Simanjuntak

Virgo punya kesempatan, Leo mendengarkan suara hatimu

Jakarta – Tidak masuk akal untuk berdiri sendiri hanya jika ramalan zodiak...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *