Februari 26, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Irwan menduga Djokovic sedang mempersiapkan Zibran menggantikan Anees Pasvedan

Kamis, 11 Februari 2021 – 15:43 WIB

Dokumen – Agas Harimurthy Yudhoyono (AHY) pada Kamis (10/8/2017) bertemu putra Presiden Djokovic, Jibran Ragbooming Raga di Istana Negara. Foto: M Fatra Nasrul Islam / JPNN.com

jpnn.com, Jakarta – Anggota Badan Legislatif DPR (Balek) curiga dengan manuver Presiden Joko Widodo (Djokovic) yang mengisyaratkan penolakan terhadap Undang-Undang Nomor 7/2017 terkait pemilu.

Apalagi, menyusul posisi ketujuh Presiden Republik Indonesia, DPR menarik dukungan sejumlah partai koalisi pemerintah. Amandemen Undang-Undang Pemilihan Itu.

“Pasti banyak pertanyaan dari masyarakat karena konflik antara pemerintah dan DPR,” kata Irwan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/2).

Ia juga menegaskan, Demokrat di DPR akan menyetujui amandemen UU Pemilu dan pelaksanaan Pilcada pada 2022-2023.

“Di Partai Demokrat kami terus mendukung amandemen UU Pemilu dan menolak penundaan RUU 2022-2023 hingga 2024.”

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, anggapan bahwa pemerintah dan parlemen hanya mementingkan kepentingan kekuasaan saja sulit dipungkiri.

“Lebih lanjut, amandemen UU Pemilu sebenarnya merupakan kehendak seluruh DPR yang ditandai dengan masuknya RUU Pemilu ke dalam Rencana Prioritas,” kata legislator asal Kaltim itu.

Apalagi, usai bertemu Presiden Djokovic dengan mantan tim pemenang Pilpres 2019, Irwan bertanya-tanya mengapa mayoritas partai koalisi pemerintah di DPR ikut terlibat dalam manuver tersebut.

Didukung Kandungan

Memuat …

Memuat …

READ  Tentang kemungkinan sang adik melanjutkan perjalanan dakwah Syekh Ali Jafar