Maret 8, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Difoto oleh ExoAnalytic Telescope, yang dikatakan sebagai pecahan satelit Telecom 1 yang jatuh.

Jatuh dari tanggal 5 Februari, satelit Telcom-3 hanyalah halaman poin pasti yang belum diketahui

KOMPAS.com – Satelit B.D. Telecommunication Indonesia Telecom-3 dikabarkan mengalami gangguan pada Jumat (5/2/2021).

Delapan langkah, Satelit Diperkirakan berasal dari sekitar Mongolia atau Tiongkok utara.

Ini pertama kalinya Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LABAN) merilis pada Jumat (5/2/2021). Benda luar angkasa Properti Indonesia.

Satelit telekomunikasi-3 (COSPAR-ID 2012-044A, NORAD-ID 38744) adalah satelit yang diproduksi oleh ISS Reshetnev, Rusia B.D. Telecom Indonesia, D.P.K.

Baca juga: Hari ini dalam sejarah: Satelit terbesar Saturnus ditemukan Titan

Satelit diluncurkan dari Pykonor Cosmotrome di Kazakhstan pada 6 Agustus 2012, tetapi masalah teknis gagal mencapai orbit.

Terkait dengan musim gugur Satelit telekomunikasi-3 Thomas Jamaluddin, Kepala Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LABAN), mengatakan titik pasti jatuhnya satelit itu belum diketahui.

“Belum ada teknologi untuk mendeteksi di mana puing-puing antariksa jatuh, kecuali ada laporan warga telah menemukannya,” ujarnya saat dikonfirmasi. Compass.com, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: NASA membayar Rp 502,3 juta untuk mendesain toilet di bulan

Titik penurunan telekomunikasi-3

Thomas mengatakan dari data pesawat luar angkasa Rusia dan AS yang dianalisis oleh Laban, menunjukkan bahwa titik drop Telecom-3 mungkin berada di sekitar Mongolia.

Kisaran potensi jatuh dari Asia Tengah hingga Pasifik timur.

Setelah kecelakaan itu, Thomas mengatakan satelit tidak bisa lagi dilacak.

Baca juga: Hari ini dalam sejarah: Satelit Palaba A1 pertama di Indonesia diluncurkan

Thomas mengatakan jatuhnya satelit Telecom-3 tidak akan mempengaruhi layanan telekomunikasi.

“Ini sama sekali tidak relevan (untuk layanan). Telcom 3 yang gagal mencapai orbit pada 2012, telah digantikan oleh satelit Telcom 3S yang diluncurkan pada 2017. Jadi layanan Telcom tidak ada masalah,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan peneliti Laban, Dr. Rome Priyadikanto.

READ  Habib Risik dirawat di Rumah Sakit UMMI di Pokhara untuk serangkaian malam 'Semoga cepat sembuh'.

Baca juga: Bantuan alokasi data 50GB untuk mahasiswa Telcom University penuh dengan pertanyaan tentang pesan, yaitu penjelasannya

Mungkin dihancurkan

ExoAnalytic Difoto oleh ExoAnalytic Telescope, yang dikatakan sebagai pecahan satelit Telecom 1 yang jatuh.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan atau temuan adanya kecelakaan satelit.

Namun, Rorom mengatakan potensi satelit Telcom telah hancur.

“Sering terbakar dan hancur,” kata Rorom saat dihubungi Compass.com, Sabtu (20/2/2021)

Baca juga: Analisa Banjir Laban di Negeri Penginderaan oleh Satelit Penginderaan Jauh, Ini Hasilnya

Roma menyebut, jika ada, sisa massa hanya 10-40 persen dari periode awal atau 400 kg. Itu pun, dia bukan sepotong (pecah menjadi puing-puing).

Pelatihan yang bagus Peluncur satelit harus tahan getaran, tetapi mudah hancur dan terbakar saat masuk. Suasana,” dia berkata.

Kutipan Kompas Itu, sAthlete Telcom-3 diluncurkan pada 7 Agustus 2012 dari Pygmy Cosmotrome di pelabuhan luar angkasa Rusia Kazakhstan.

Satelit tersebut diluncurkan bersamaan dengan satelit Express MT-2 Rusia menggunakan roket peluncur Proton-M.

Sayangnya, saat peluncuran, terjadi gangguan pembakaran di permukaan roket yang disebut Pris-M, menyebabkan kedua satelit gagal mencapai orbit.

Baca juga: Dalam Sejarah Saat Ini: Pluto Ditemukan, dan Apa Karakteristiknya?

Kutipan dari halaman resmi Delapan, Jatuhnya satelit Telcom-3 diperkirakan memiliki resiko kecelakaan yang sangat rendah pada 1: 140000.

Fokus utama penilaian risiko ini adalah sebaran populasi manusia di Bumi pada tahun 2021 dan kemiringan orbit satelit Telecom-3.

Nilai risiko berada di bawah ambang batas bahaya.

Misalnya, negara seperti Amerika Serikat menggunakan gateway 1: 10000.

Baca juga: Tingkat kemiskinan Indonesia sedang meningkat, menurut data provinsi

Rincian satelit Telecom-3

Satelit Telcom-3 memiliki berat 1.903 kilogram.

Satelit tersebut awalnya akan ditempatkan di orbit geostasioner pada ketinggian 35.401 km di atas Bumi pada 118 derajat Bujur Timur atau Selat McCarthy.

Namun permasalahan peluncuran roket tersebut adalah satelit tersebut hanya dibangun pada ketinggian 266 km hingga 5.013 km di atas permukaan bumi.

Sejak gagal mencapai orbitnya, satelit Telecom-3 telah menjadi puing-puing luar angkasa selama 8,5 tahun terakhir.

Baca juga: Indonesia juga termasuk dalam 10 besar negara penghasil emas, berapa banyak emas di bumi?

Satelit mengorbit Bumi dengan orbit yang sangat elips, sehingga jarak terdekat dan terjauh dari Bumi ke satelit ini adalah 267-5.015 km.

Satelit Telcom-3 terbang melintasi permukaan bumi antara 49,9 derajat lintang utara dan 49,9 derajat lintang selatan.

Perlu dicatat bahwa setiap benda yang diluncurkan dari Bumi dan Bumi akan mengalami penurunan ketinggian orbit.

Sekaligus melewati orbit yang melingkar (orbitnya seperti lingkaran).

Akhirnya, puing-puing ruang angkasa akan masuk kembali ke atmosfer bumi.

Baca juga: Mengapa galaksi itu disebut Bumi Bima Sakti?