Juli 30, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Kebakaran, Hendrik hidup di tokonya saat kerusuhan massal di Papua, Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Inilah kisah Hendrik Simadubank. Pria nomaden asal Sumatera Utara ini dibakar di tiang pancang saat kejadian pembantaian massal Kebakaran terjadi di desa Ikebo di distrik Gamu. Tokyo County Capupton, Papua, Kamis (16/7/2021) malam.

Lebih banyak imigran terluka. Misalnya yang terjadi pada Ester Baruga. Dia memiliki luka panah di ketiak kiri bawah.

Di Kerusuhan Diprovokasi oleh provokasi ini, 13 rumah dan 19 kios beserta isinya dibakar.

Dalam urutan Pemberontak Target yang tidak diketahui menargetkan imigran dan melakukan tindakan seperti penjarahan, pelecehan, dan pembakaran.

Menurut informasi yang dihimpun Trypan-Papua.com, Kamis (15/7/2021) siang, rombongan di landasan Bandara Monemani mengaku dirusak dan dibakar dengan meminum alkohol.

Baca juga: Pembakaran massal 32 rumah dan kios di Tokyo diawali dengan pesta miras, 1 orang meninggal

Mereka tidak terima teguran tersebut dan meminta anggota pos satgas PASCOS untuk meninggalkan bandara oleh petugas keamanan.

Pihak berwenang menggali jenazah Hendrik Simadubang yang tewas dalam peristiwa bencana dan kebakaran pada Kamis malam (16/7/2021) di Desa Ikebo, Papua, Kabupaten Tokyo, Papua.

“Dua puluh menit kemudian, sekitar 20 orang bersenjata panah, tangan dan batu datang ke landasan dan langsung menyerang lima orang staf Satgas Pascose TNI AU,” kata Kapolres Papua. Seperti Combase. Ahmed Mustoba Kamal, Jumat (16/7/2021) malam.

Baca juga: Sopir truk tewas dalam pembantaian distrik Tokyo, 7 petugas polisi diperiksa probe

Staf kru Pascas yang merusak situasi juga mengeluarkan tembakan peringatan, dan warga mengungsi.

Tak hanya itu, dua anggota Paska TNI Angkatan Udara mengalami luka serius di bagian kepala dan dibawa ke unit pelayanan rumah sakit setempat.

Dua korban; Didik Bangga dipukul kepalanya dengan batu, sedangkan Adok Tri Utomo dipukul dengan kain.